
Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Anadolu, organisasi pariwisata Korea Selatan mengabarkan daftar nama dan alamat 23 makanan halal dalam panduan pariwisata Negara tersebut.
Menurut penuturan organisasi tersebut, restoran-restoran ini berada dalam lima peringkat: dari restoran yang menerapkan makanan dan pelayanan-pelayanan mereka secara sempurna dengan regulasi halal sampai restoran-restoran yang tidak memiliki menu daging babi.
Statistik Organisasi Pariwisata Korea menunjukkan sekitar 740 pelancong muslim tahun lalu dari Negara Asia Timur mengunjungi Negara tersebut, sementara mayoritas mereka berasal dari negara Malaysia dan Indonesia. Dengan melihat prediksi peningkatan jumlah wisatawan pada tahun baru mencapai 800 ribu orang, maka Korea Selatan menganggap urgen penunaian kebutuhan-kebutuhan para pelancong muslim.
Wisata halal adalah sebuah istilah baru dalam industri pariwisata, yang sangat diminati pada tahun-tahun terakhir. Dalam pariwisata halal, dipersiapkan program-program khusus untuk komunitas muslim sehingga mereka dapat menjalankan adab dan undang-undang agamanya sepanjang perjalanan.