IQNA

21:44 - January 23, 2017
Berita ID: 3470967
AMERIKA (IQNA) - Mohamed Magid, imam jamaah salah satu masjid terbesar di Amerika melantunkan ayat-ayat suci al-Quran dalam acara doa yang diselenggarakan Sabtu (21/1) dalam kelanjutan acara panjang pelantikan Donald Trump di gereja nasional Washington.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari CNN, acara doa termasuk tradisi yang diselenggarakan pada masa George Washington, presiden pertama negara ini, dengan dihadiri para pemimpin pelbagai agama saat pelantikan presiden baru.

Mohamed Magid, imam jamaah masjid Adams Virginia melantunkan ayat-ayat suci al-Quran dalam acara tersebut, yang memiliki pesan politik jelas untuk presiden baru dan kabinetnya.

Magid yang mengharap mengumandangkan azan, membacakan dua ayat al-Quran, yang memiliki pesan-pesan jelas, dimana dengan adanya konflik rasisme dan agama dalam masyarakat terkini Amerika dan ketika kaum muslim negara ini merasakan ketidakpercayaan dan tersingkirkan.

Ayat pertama adalah surah Al-Hujarat ayat 13, dimana Allah swt berfirman, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ayat selanjutnya adalah surah Ar-Rum ayat 22, dimana Allah swt berfirman, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”.

Magid yang dikenal sebagai pribadi muslim di Washington, termasuk salah satu dari 26 pemimpin agama, yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Rizwan Jaka, ketua dewan direktur masjid Adams mengatakan, setelah pemilu, ketika banyak ucapan terlontar terkait muslim, dipilihlah ayat-ayat tersebut dengan tujuan menyampaikan pesan ini, dimana kita harus saling menghormati dengan keragaman kebudayaan ras, karena Allah menciptakan kita sedemikian.

Randolph Marshall Hollerith, ketua gereja nasional Washington juga membacakan sebuah doa dalam acara tersebut, yang berbicara tentang kondisi politik beragam Amerika. Dalam doanya ia meminta Allah agar meruntuhkan sekat-sekat tembok yang memisahkan kita dan menjauhkan kebodohan dan kebencian yang telah mengotori hati kita.

http://iqna.ir/fa/news/3565287


Ayat Al-Quran Manakah yang Dilantunkan dalam Acara Pelantikan Trump



Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\