IQNA

20:03 - January 30, 2017
Berita ID: 3470988
PAKISTAN (IQNA) - Ketua dewan ulama Pakistan dalam memprotes keputusan-keputusan Islamofhobia Trump terhadap Islam dan kaum muslim, menolak undangan dua senator Amerika untuk berpartisipasi dalam doa nasional di Washington.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari harian internet al-Weeam, Hafiz Muhammad Tahir Mahmood al-Ashrafi, ketua dewan ulama Paksitan menolak undangan John Bosman dan Christopher Kanzi, dua senator Amerika untuk berpartisipasi dalam doa nasional di Washington, dalam memprotes keputusan dan statemen-statemen Islamofhobia Trump terhadap kaum muslim, yang mengancam keamanan global.

Tahir Mahmood al-Ashrafi dalam menjawab undangan tersebut dalam sebuah surat menulis, kondisi kaum muslim sekarang ini tidak mengizinkan saya untuk berpartisipasi dalam momen dan acara yang dihadiri Donald Trump, presiden terpilih Amerika; sementara Trump berupaya mengkaitkan Islam dengan terorisme dan menghilangkan nilai-nilai dialog antar agama dan pelbagai kebudayaan. Sementara itu menurut logika dan rasional, dialog antar kebudayaan dan antar agama amatlah penting dan menyebabkan penguatan keamanan global.

Lebih lanjut ia menulis, dengan kondisi sekarang ini, saya tidak dapat berpartisipasi dalam acara tersebut, karena dengan hal ini saya telah memudarkan harapan kaum muslim dunia.

Tahir al-Ashrafi menambahkan, jika Trump tidak menghadiri acara tersebut, saya akan hadir dalam acara tersebut guna mengkonsolidasi nilai-nilai dialog antar agama, kebudayaan dan penguatan upaya-upaya keamanan global.

Ia dalam program tersebut, demikian juga mengisyaratkan sebagian statemen dan keputusan-keputusan rasisme Trump, seperti pelarangan masuknya sebagian negara Islam ke USA.

Ia meminta para pejabat Amerika untuk menindaklanjuti secepatnya bagaimana mengakhiri kekacauan yang ada di kalangan umat Islam dengan mengingat aksi-aksi terbaru Trump.

Al-Ashrafi menyebut keputusan Trump yang melarang masuknya para imigran Suriah ke Amerika adalah keputusan lalim dan menegaskan, penanggung jawab pertama perang di Suriah adalah Amerika dan Rusia. Ia meminta para delegasi kongres Amerika untuk merevisi keputusan-keputusan Trump terhadap dunia Islam.

http://iqna.ir/fa/news/3568061

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\