IQNA

Ayatullah Araki:
17:57 - February 13, 2017
Berita ID: 3471023
IRAN (IQNA) - Sekjen Majma’ Jahani Taqrib menjelaskan salah satu kebaikan tertinggi adalah persatuan muslim. Ia mengungkapkan, termasuk kemungkaran terburuk adalah perang dan pertikaian umat Islam.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Humas Majma’ Jahani Taqrib Mazahib Islam, Ayatullah Muhsin Araki, Sekjen Majma’ Jahani dalam kelanjutan lawatannya ke India Jumat malam (10/2) lewat pidato di konferensi Persatuan umat, yang diselenggarakan di kota ini dengan dihadiri lebih dari 250 tokoh ulama Ahli Sunnah dan Syiah Bangalore, dengan mengisyaratkan surah Al-Fath ayat 29, "Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” mengungkapkan, ayat ini adalah sifat yang dijelaskan oleh Allah swt untuk rasul umat dan orang-orang yang menyertai beliau.

Ia, demikian juga dengan mengisyaratkan sebuah ayat dari surah Al-Maidah ayat 56, "Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang” dan demikian juga surah At-Taubah ayat 71, "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan salat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” mengungkapkan, orang-orang mukmin adalah yang melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar dan mentaati Rasulullah; mereka mendapatkan rahmat Allah dan termasuk salah satu dari alamat rahmat Ilahi adalah persatuan umat.

Sekjen Majma’ Jahani Taqrib mengungkapkan, sekarang ini sebagian orang yang mengklaim muslim menghulurkan persahabatan dengan rezim Zionis dan Amerika dan mengajak kaum muslim untuk memerangi kaum muslim lainnya. Orang-orang ini alih-alih melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, ironisnya menyeru kemunkaran dan melarang hal yang ma’ruf.

Ayatullah Araki menegaskan, salah satu kebajikan tertinggi adalah persatuan kaum muslim dan kemungkaran terburuk adalah perang dan konflik umat Islam.

"Majma’ Jahani Taqrib yang didirikan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam (Rahbar) tujuannya adalah menjalankan satu kewajiban agama dan syariat dan kewajiban tersebut kembali pada esensi sejati umat Islam, yakni persatuan Islam,” imbuhnya.

Ayatullah Araki lebih lanjut mengisyaratkan insiden-insien beberapa tahun terkahir kawasan, khususnya masalah Suriah dan mengatakan, kejadian-kejadian Suriah dilakukan oleh Amerika dan Israel untuk menghantam muqawamah Islam; karena jika pemerintah Suriah goyah, seluruh jalan-jalan komunikasi muqawamah akan sirna.

"Sekarang ini membela Suriah adalah membela esensi muslim dan jika hal ini tidak terealisasi, maka bukan hanya Suriah, bahkan Irak, Lebanon, dan Yaman juga akan hancur,” tegasnya.

Sekjen Majma’ Jahani Taqrib mengungkapkan, Republik Islam Iran senantiasa mendukung muqawamah dan menganggapnya sebagai sebuah taklif syar’i.

Ayatullah Araki menegaskan, semua yakin bahwa di kalangan para pemimpin ilmiah dan para faqih dunia Islam tidak ada yang lebih penyayang ketimbang Pemimpin Besar Republik Islam Iran untuk kaum muslim.

Di penghujung, Sekjen Majma’ Jahani Taqrib menghadiahkan sebuah koleksi 20 jilid ensiklopedia al-Sunnah al-Nabawiyyah fi Mashadir al-Mazahib al-Islamiyyah kepada Amir Shariat, ketua sekolah Ahli Sunnah Sabil al-Rashad Bangalore.

Demikian juga, Manouchehr Mottaki, wakil urusan internasional Majma’ Jahani Taqrib lewat pidato dalam konferensi tersebut mengungkapkan, kondisi sekarang dunia Islam menjadi bukti bahwa ada tangan-tangan untuk menciptakan konflik dan perpecahan, dengan demikian kita harus berhati-hati.

Ia menjelaskan bahwa pesan Revolusi Islam Iran adalah persatuan dan aliansi umat Islam. Ia mengatakan, Imam Khomeini (ra) berkata, "Barang siapa yang berbicara tentang perselisihan Syiah dan Ahli Sunnah, ia bukanlah Syiah dan juga Ahli Sunnah”.

Mottaki dengan mengisyaraktan pada hari-hari kehadirannya sebagai mahasiswa di kota Bangalore menambahkan, selama itu kita memiliki hubungan yang sangat baik dengan para saudara kami Ahli Sunnah di kota tersebut.

Ia menjelaskan pada tahun-tahun terakhir banyak sekali problem yang muncul dalam dunia Islam. Ia menegaskan, bertahun-tahun kaum muslim hidup bersaudara dan damai, namun sekarang ini dengan adanya ISIS, kelompok ekstrem dan takfiri, kita mendapatkan banyak problem dan baru-baru ini Hillary Clinton dalam kampanye pemilu presiden Amerika dengan gamblang mengumumkan telah menciptakan ISIS.

Wakil urusan internasional Majma’ Jahani Taqrib menegaskan, apakah gambaran yang dipaparkan ISIS dan Alqaeda serta kelompok-kelompok ekstrem tentang Islam selaras dengan pesan Rasul sang pembawa rahmat?

Ia dengan mengisyaratkan peringatan kemenangan Revolusi Islam ke 38 mengungkapkan, dengan kemenangan Revolusi Islam yang dipimpin oleh Imam Khomeini (ra), esensi Islam dapat hidup kembali.

Mottaki menegaskan, orang-orang yang menciptakan instabilitas di Irak dan Suriah adalah para algojo asing, bukan masyarakat Suriah dan Irak. Apa yang telah diperbuat oleh orang-orang bersenjata asing tersebut di Irak dan Suriah?

Molawi Nazir Ahmad Salami, anggota dewan tinggi Majma’ Jahani Taqrib juga termasuk penceramah lain konferensi tersebut. Ia mengungkapkan, tujuan persatuan bukanlah mensunnikan Syiah dan mensyiahkan Ahli Sunnah, namun tujuan persatuan adalah semua mazhab Islam dengan menjaga esensi mazhab dan alirannya, bersatu di hadapan musuh bersama.

Ia dengan mengisyaratkan fasilitas dan kemampuan-kemampuan dunia Islam mengatakan, fasilitas-fasilitas dunia Islam tak kurang dari para arogan, namun fasilitas-fasilitas dunia Islam juga lebih banyak, di antara fasilitas tersebut seperti minyak, gas, lokasi geografis, populasi dan lokasi stategis.

Anggota Majlis Khobregan (Dewan Ahli) Rahbar menegaskan, dengan melihat fasilitas-fasilitas tersebut, dunia Islam masih juga memiliki kondisi yang tidak menentu, satu-satunya alasan adalah tidak adanya persatuan antar umat Islam.

Molawi Nazir Ahmad Salami menambahkan, alasan utama semua problem dunia Islam adalah perpecahan, dan solusi keluar dari problem tersebut juga persatuan, karenanya jika kita menginginkan kejayaan umat Islam, maka kita harus menjaga persatuan.

http://iqna.ir/fa/news/3573052

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\