IQNA

15:01 - July 02, 2017
Berita ID: 3471363
INDIA (IQNA) - Kantor organisasi Amnesty Internasional di India dengan menegaskan kelaziman mengecam krimimal yang bersumber dari kebencian terhadap umat muslim India, Jumat (1/7), meminta para pejabat India agar memberikan hukuman kepada para pelaku kejahatan tersebut.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari thenews, kantor organisasi Amnesty Internasional mengatakan, para pejabat India harus menjamin bahwa para pelaku kriminal yang muncul dari kebencian terhadap umat muslim dan pembunuhan mereka di tempat-tempat umum pelbagai propinsi negara ini tidak akan lolos dari jeratan hukuman.

Menurut laporan kantor organisasi ini sampai bulan April 2017, selain peningkatan Islamofhobia di seantero India, 10 orang muslim meninggal atau mendapat hukuman mati secara ilegal.

Aakar Patel, Direktur Kantor organisasi Amnesty Internasional India mengatakan, pola kejahatan yang muncul dari kebencian terhadap umat muslim dengan memberikan hukuman dan pembunuhan tanpa pengadilan legal benar-benar mengkhawatirkan dan mayoritas dilakukan di propinsi-propinsi dimana partai Bharatiya Janata (partai nasionalis India) memegang tampuk kekuasaan.

"Proses peningkatan Islamofhobia di India harus dihentikan dan Perdana Menteri India, para pemimpin tinggi partai Bharatiya Janata dan sejumlah menteri harus menghentikan kebungkaman dan mengecam serangan-serangan terhadap muslim,” imbuhnya.

Aakar Patel dengan mengisyaratkan kejahatan-kejahatan yang muncul dari kebencian terhadap umat muslim mengungkapkan, kekerasan-kekeras suatu kelompok terhadap umat muslim mencakup hal-hal seperti serangan ke sejumlah rumah muslim dengan dalih interaksi ilegal sapi, pembunuhan anak-anak kecil muslim pedagang kaki lima di propinsi Jhanrkhand, dan pengadilan serta pembunuhan aparat polisi muslim di masjid Kashmir.

Pada tahun-tahun terakhir puluhan muslim meninggal dunia dalam serangan umat Hindu ekstrem, dan insiden terakhir adalah meninggalnya seorang remaja muslim bernama Junaid dan terlukanya beberapa orang di Kereka Hyderabad setelah Idul Fitri, dengan alasan membawa daging sapi.

http://iqna.ir/fa/news/3614182

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\