IQNA

14:47 - July 30, 2017
Berita ID: 3471437
MYANMAR (IQNA) - Pasukan Myanmar menghancurkan bangunan setengah jadi di Mandalay Pusat, pasca tekanan para ekstremis Buddha dengan anggapan bahwa rumah itu adalah sebuah masjid, Jumat (28/7).

Menurut laporan IQNA dilansir dari Alaturka, lebih dari seratus ekstremis Buddha berkumpul di gedung dua lantai di kawasan Kyaukpadaung, Mandalay, yang terkenal dengan adanya sentimen kuat anti Islam.

Populasi meminta para pejabat agar menghancurkan sebuah bangunan di Mandalay, yang akan dijadikan masjid dan memberikan hukuman kepada para pemiliknya!

Polisi Myanmar memutuskan untuk menghancurkan bangunan ini dikarenakan khawatir dengan masalah yang tidak penting; namun akhirnya jelas bahwa ini hanya sebuah rumor saja dan bangunan tersebut milik seorang Buddha.

Kyaw Tint Khaing, Ketua Komite Pengembangan Kota mengumumkan, rumah ini milik seorang Buddha 22 tahun dan tidak diubah menjadi masjid dan ini hanya rumor.

"Pasukan Myanmar takut jika berdiri di hadapan masyarakat maka kondisinya tidak menguntungkan dan akan menyebabkan kekerasan,” imbuhnya.

Sebuah film atas insiden ini menunjukkan para aparat menghancurkan gedung sementara para ekstremis sedang bersuka cita.

http://iqna.ir/fa/news/3624055

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\