IQNA

22:27 - September 06, 2017
Berita ID: 3471540
MYANMAR (IQNA) - Sejumlah negara Islam dengan mengecam kejahatan-kejahatan pemerintah dan penganut ekstremis Buddhis Myanmar terhadap minoritas muslim Rohngya di barat Rakhine dan masyarakat muslim dunia dengan menyelenggarakan sejumlah demo di beberapa jalan, mengumumkan demo bersama-sama terhadap kejahatan tidak manusiawi ini.

Menurut laporan IQNA dilansir dari TeleSur, Malala Yousafzai, aktivis Pakistan advokasi pendidikan para wanita dan peraih hadiah Nobel termua dalam sebuah statemen di Twitternya mengumumkan bahwa hatinya sangat berduka atas penderitaan umat muslim Rohingya.

Ia meminta Aung San Suu Kyi, pemimpin Myanmar dan peraih hadiah Perdamaian Nobel agar mengecam sejumlah kekerasan terhadap minoritas muslim Rohingya.

Aung San Suu Kyi yang sampai sekarang sama sekali tidak melakukan kinerja efektif untuk mengakhiri krisis minoritas muslim Rohingya, mendapat kritikan dari kalangan umat muslim.

Kementerian Luar Negeri Pakistan juga dengan mengumumkan kekhawatiran mendalam tentang peningkatan sejumlah orang-orang yang tewas dan para pengungsi muslim Rohingya, meminta pemerintah Myanmar agar menghalau kesinambungannya dengan melakukan riset terkait hal ini.

Joko Widodo, Presiden Indoneisa dengan mengirimkan Menteri Luar Negeri ke Myanmar guna bernegoisasi dengan Suu Kyi, meminta agar sejumlah kekerasan yang ada dihentikan.

Demikian juga, sejumlah demo umat muslim Indonesia masih terus berlanjut dan masyarakat pada hari-hari terakhir dengan berkumpul di depan kedutaan Myanmar di Jakarta, menuntut agar sejumlah kekerasan ini dihentikan.

Menurut laporan sejumlah media lokal Indonesia, demo-demo besar akan diselenggarakan pada pekan ini. Termasuk yang ditetapkan adalah demo di depan candi Borobudur di Jawa Tengah guna menyampaikan protesnya ke para ekstremis Buddhis dan para pejabat Buddha negara Myanmar.

Ibukota Republik Chechnya di Rusia juga Senin kemarin menjadi tempat berdemonya ribuan muslim di sejumlah jalan-jalan.

Ramzan Kadyrov, Presiden Chechnya mengatakan, hentikanlah pertumpahan darah. Kami menuntut agar dilakukan riset dan hukuman bagi para pelaku kejahatan-kejahatan tersebut.

Di sejumlah demo besar Chechnya, ratusan ribu demonstran hadir dari seantero wilayah Kaukasus.

Sejumlah demo dunia ini dilakukan karena babak baru sejumlah kekerasan terhadap umat muslim Rohingya oleh pasukan militer dan para penganut ekstremis Buddhis Myanmar dan lebih dari 400 orang tewas serta lebih dari 90 ribu orang kabur ke Bangladesh.

http://www.iqna.ir/fa/news/3638661

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\