IQNA

20:10 - July 19, 2018
Berita ID: 3472345
INDIA (IQNA) - Aktivis hukum memperingatkan implikasi dari keputusan India untuk menghapus muslim dari daftar warganya dan terulangnya insiden seperti krisis pengungsi muslim Rohingya di Myanmar.

 

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs Arakan, aktivis hukum, dengan dimulainya kampanye penandatanganan di situs web Afaz, dengan memperingatkan atas penghapusan muslim India dari daftar warganya, yang dapat menyebabkan hasil seperti apa yang terjadi di kawasan Rakhine, Myanmar, menyerukan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan masyarakat internasional untuk mengakhiri mimpi buruk yang mengerikan ini sebelum dimulai.

Di situs Afaz dipaparkan, selama beberapa hari ke depan, pemerintah India akan menghapus sekitar 5 juta muslim di propinsi Assam dari daftar utama warga negara, dengan dalih bahwa mereka berbicara dalam bahasa yang salah dan menyembah Tuhan yang keliru.

Dalam hal ini, para aktivis memulai kampanye penandatanganan untuk menyelamatkan lebih dari 7 juta muslim di kawasan Assam, India, yang terletak di dekat perbatasan Myanmar dan diambang penghapusan daftar kewarganegaraan.

Menurut seorang pejabat senior pemerintah di India yang mengatakan bahwa muslim ini belum dapat memberikan dokumen yang membuktikan bahwa keluarga mereka tinggal di India sebelum 1971, mereka akan diusir dari negara itu.

Pejabat India mengklaim bahwa langkah itu bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengusir imigran yang datang secara ilegal dari Bangladesh, sementara para aktivis HAM menganggapnya sebagai tindakan yang ketat dan sangat mirip dengan minoritas muslim di Myanmar Rohingya.

Jumlah orang yang telah menandatangani kampanye ini telah melampaui 140.000 orang, sementara sekitar 5 juta muslim di kasawan Assam diambang pengusiran dari negara tersebut.

 

http://iqna.ir/fa/news/3731107

 

 

Kunci-kunci: India ، Rohingya ، Peringatan ، IQNA
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\