IQNA

IQNA:
19:06 - July 29, 2018
Berita ID: 3472368
PAKISTAN (IQNA) - Pemilihan parlemen Pakistan diadakan di Pakistan beberapa hari yang lalu, yang diyakini oleh para analis, aliansi keagamaan "Dewan Buruh Terpadu" Pakistan tahun ini akan menghadapi banyak tantangan untuk mengulang kesuksesan masa lalunya.

Menurut laporan IQNA; Republik Islam Pakistan adalah sebuah negara di Barat Daya Asia yang agama resminya adalah Islam dan negara muslim kedua di dunia.

Pemilihan parlemen di Pakistan dijadwalkan akan berlangsung Rabu (25/7) di 53 pusat dan 85.000 tempat pemungutan suara di seluruh negeri. Pemilihan ini sangat penting karena wakil terpilih menunjuk presiden dan perdana menteri selama lima tahun. Selain itu, masa depan kebijakan internal dan asing Pakistan, khususnya di bidang hubungan dengan Amerika Serikat, adalah salah satu bidang terpenting di mana telah dipaparkan banyak perdebatan tentangnya.

Sementara itu, diprediksikan dalam pemilihan Pakistan pada hari Rabu, persaingan utama antara Mantan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, yang meskipun menggulingkan pemimpinnya karena skandal korupsi, sedang mencari pembentukan pemerintahan kedua berturut-turutnya, dan partai Imran Khan, mantan bintang olahraga kriket Pakistan didukung oleh pasukan kuat dari negara ini.

Kendati demikian, Hafiz Saeed, seorang ulama ekstremis yang disebut oleh Amerika Serikat sebagai salah satu teroris yang dicari dan terdakwa utama serangan teroris Mumbai 2008 dengan 166 orang tewas, telah maju untuk pemilihan ini. Perlu dicatat bahwa kegiatan markas amal di bawah pengawasannya, disamping sebuah partai Islam politik baru yang didirikan oleh pendukungnya, dilarang di Pakistan. Hafez Saeed menyebut pemerintah Pakistan yang sedang mundur sebagai pemerintah pengkhianat dan telah mendukung sekitar 200 kandidat dalam pemilihan.

Dalam hal ini, kantor berita Anadolu Turki, dalam sebuah laporan berbahasa Arab, membahas tantangan yang dihadapi koalisi keagamaan Pakistan dalam pemilihan parlemennya, yang terjemahannya adalah sebagai berikut;

Bayangan Kehadiran Aliansi Agama Pakistan dalam Pemilihan Parlemen

Koalisi  keagamaan Pakistan

Koalisi Dewan Buruh Terpadu di Pakistan terdiri dari lima partai agama dengan tendensi Sunni dan Syiah yang hadir dalam pemilihan parlemen tahun ini di Pakistan dan tampaknya menjadi salah satu aliran yang berpengaruh dari persamaan pemilu, meskipun koalisi ini menghadapi banyak tantangan tahun ini.

Jamaat-e-Islami, Himpunan Ulama Islam, Himpunan Ahli Hadis, Himpunan Ulama Pakistan dan Gerakan Islam adalah lima partai yang membentuk Koalisi Dewan Terpadu Pakistan, namun tampaknya urusan dalam pemilihan ini tidak konsisten dengan tujuan dan aspirasi dari koalisi ini. Namun para analis percaya bahwa koalisi masih memainkan peran penting dalam pemilihan ini.

Meskipun koalisi ini memiliki kandidat di semua bagian Pakistan, namun fokus utamanya adalah pada Khyber Pakhtunkhwa di barat laut dan Balochistan di barat daya karena jumlah pendukung koalisi di daerah-daerah ini lebih tinggi. Diharapkan juga memperoleh suara signifikan yang mendukung koalisi Karachi, sebagai ibukota komersial Pakistan dan wilayah-wilayah suku Federal Pakistan.

Koalisi keagamaan Dewan Buruh Terpadu yang berkuasa dari 2002 hingga 2007 di Khyber Pakhtunkhwa, juga merupakan mitra pemerintah kedua terbesar di Balochistan dan dengan kegagalan Partai Rakyat Pakistan, yang merupakan oposisi utama periode waktu itu berubah menjadi pemimpin oposisi.

Bayangan Kehadiran Aliansi Agama Pakistan dalam Pemilihan Parlemen

Pemilihan 2013 Pakistan

Koalisi telah tidur terlelap sejak awal tahun karena perbedaan pendapat antara Jamaat-e-Islami dan Himpunan Ulama Islam. Kedua pihak memasuki kampanye pemilu secara terpisah dalam pemilu 2013. Pada 2013, koalisi mengumpulkan 21 persen suara, sementara partai "Gerakan Moderasi", yang dipimpin oleh "Imran Khan", mantan juara kriket meraih 20 persen suara di propinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Sejak kedua partai Jamaah Islam dan Himpunan Ulama Islam bersaing secara individu, partai Gerakan Moderasi juga berkoalisi dengan Jamaat-e-Islami dan memegang kekuasaan di Khyber Pakhtunkhwa selama lima tahun, tetapi kinerja buruk memaksa kedua partai agama terkemuka untuk mengesampingkan perselisihan dan melanjutkan kegiatan mereka.

Banyak yang percaya bahwa situasi pemilihan parlemen pada Rabu (25/7) tidak mudah dibanding pemilu 2002 untuk koalisi agama "Dewan Buruh Terpadu", karena koalisi ini memperoleh kekuatan politik yang cukup besar pada tahun 2002.

Analis politik Pakistan, Rahimullah Yusufzai mengatakan: "Koalisi dalam pemilihan mendatang akan menghadapi skenario baru dan kali ini tidak dapat mengulangi keberhasilannya seperti pada tahun 2002".

"Pada tahun 2002, pemimpin Pakistan di pengasingan dan rasa permusuhan masyarakat anti-Amerika karena invasi tahun 2001 di Afghanistan semakin meningkat, jadi pendukung sayap kanan konservatif tidak memiliki pilihan selain koalisi "Dewan Buruh Terpadu, "tetapi sekarang situasinya tidaklah demikian.

Mengacu pada "Nawaz Sharif" dan "Benazir Bhutto," mantan perdana menteri Pakistan yang diasingkan dari Pakistan pada akhir 1990-an dan hingga 2007 karena kekuasaan militer di Pakistan, Yusufzai mengatakan: "Setelah kemerdekaan Pakistan pada tahun 1974 sampai sekarang, tentara telah memegang kekuasaan di sekitar setengah dari sejarah negara itu.

Menurutnya, "Gerakan Moderasi" dianggap sebagai saingan penting bagi koalisi. Dia mengatakan bahwa partai lebih populer di kalangan rakyat, terutama pemuda, dalam gerakan sayap kanan Pakistan. Karena itu, saingan terbesar di Pakistan sayap kanan dan konservatif adalah Partai "Partai Muslim Liga Nawaz", yang mengurangi lingkup dukungan untuk koalisi.

Yusufzai menekankan bahwa koalisi agama Dewan Kerja Terpadu masih merupakan elemen yang berpengaruh di wilayah Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan dan bisa menjadi pesaing kedua di dua propinsi ini dan memiliki kemampuan untuk membentuk pemerintahan koalisi di bagian Khyber Pakhtunkhwa, tetapi tentu saja tidaklah mudah.

Bayangan Kehadiran Aliansi Agama Pakistan dalam Pemilihan Parlemen

Dua Partai Agama Baru:

Abdul Khaliq Ali, seorang analis politik dari Karachi, juga percaya bahwa karena munculnya dua partai agama baru, koalisi agama "Dewan Buruh Terpadu" akan memiliki kesempatan yang lebih sedikit, terutama di Punjab, sebagai propinsi terbesar di negara itu dan basis kekuatan politik Pakistan, yang dimaksud dari kedua partai agama baru ini adalah partai "Labbaik ya Rasulullah" dan "Himpunan Ajaran Islam".

Abdul Khaliq Ali mengisyaratkan bahwa kedua kekuatan ini memiliki kinerja besar dalam pemilihan ekstra baru-baru ini di Punjab dan partai Labbaika ya Rasulullah dapat mempengaruhi suara pemilih di Karachi dan beberapa kawasan Khyber Pakhtunkhwa, namun diharapkan  aktivitas koalisi ini di utara Balochistan dan pelbagai bagian selatan dan utara propinsi Khyber Pakhtunkhwa akan semakin lebih mudah.

Analis politik Pakistan percaya bahwa Koalisi "Dewan Kerja Terpadu" akan menjadi satu-satunya saingan di partai Gerakan Moderasi propinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Ala kulli hal, pemilihan parlemen Pakistan telah diadakan hari Rabu yang lalu, namun, dengan munculnya gerakan keagamaan baru di Pakistan, kemenangan koalisi Dewan Kerja Teradu di sebagian negara ini akan menghadapi tantangan baru.

 

http://iqnanews.ru/fa/news/3732753

 

 

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\