IQNA

9:11 - November 30, 2018
Berita ID: 3472698
LIBYA (IQNA) - Gedung kerajaan raja Idris di kota Tripoli (ibukota Libya) berubah menjadi tempat sebuah pameran untuk presentasi papan kaligrafi dan dekorasi Islam.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Arabic.euronews.com, Ali al-Boussefi, profesor universitas dan istrinya, Zeinab al-Bashari, meskipun ada ekspansi radikal di Libya, mengubah istana raja Idris (raja Libya pada 1951-1961) di Tripoli menjadi sebuah pameran untuk presentasi karya kaligrafi dan dekorasi Islam.

Al-Boussefi, yang memulai karir seninya sejak 2007, mengatakan: “Kaligrafi Islam tidak terlalu marak di Libya dan kami tidak melihat banyak pengalaman dalam hal ini.” 

Dia menambahkan, keadaan yang kami alami sangat sulit, tetapi kami memiliki pesan yaitu bekerja di bidang seni termasuk perdamaian dan seni pada saat perang berarti damai.

Pameran saat ini adalah sebuah kesempatan bagi penduduk setempat untuk mengunjungi gedung raja Idris. Istana ini, pada masa Muammar al-Qaddafi digunakan sebagai museum dan perpustakaan, sekarang dikelilingi oleh taman besar dan hanya digunakan untuk pameran langka di Tripoli.

Dekorasi Islam berkembang setelah Islam di Semenanjung Arab dan semakin luas di Timur Tengah dan Turki, tetapi kurangnya minat dalam promosi budaya Islam oleh Muammar al-Qaddafi kesenian ini tidak mengalami banyak kemajuan di Libya.

Muhammad Idris Sanusi, yang dikenal sebagai raja Idris, menjadi raja Libya pada tahun 1951 dengan dukungan Inggris dan setelah kemerdekaan Libya dari Italia, ia adalah raja Libya pertama dan satu-satunya yang memerintah dari tahun 1951 hingga 1961, ia juga pemimpin kelompok Islam Sanusi, setelah perjalanan raja Idris ke Turki untuk perawatan, terjadi kudeta oleh beberapa komandan militer yang dipimpin oleh Muammar al-Qaddafi, yang mengakibatkan berakhirnya pemerintahan Idris.

 

http://iqnanews.ru/fa/news/3767750

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\