IQNA

8:11 - December 15, 2018
Berita ID: 3472735
SWEDIA (IQNA) - Sumber informasi terpercaya mengumumkan bahwa pihak Yaman menyetujui 4 perkara dari enam kasus dalam negosiasi perdamaian Swedia.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu Turki, dalam negosiasi yang dimulai pada Kamis lalu dengan pengawasan utusan PBB ke Yaman, Martin Griffiths, dilakukan negosiasi enam kasus, termasuk pembebasan tawanan, gencatan senjata di bandar Hodeidah, penguatan Bank Sentral Yaman, pengepungan kota Taiz, penciptaan jalur untuk bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang terluka dan pembukaan kembali bandara Sanaa.

Sebuah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan mengenai pertukaran tahanan, pembukaan bandara Sanaa dan transfer bantuan kemanusiaan.

“Negosiasi tentang bandar Hodeidah juga masih terus berlanjut antara kedua belah pihak, dan Griffiths serta para duta dari lima anggota Dewan Keamanan sedang bekerja untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak,” imbuhnya.

Sumber ini menyatakan, masih belum ada kemajuan dalam urusan ekonomi (Bank Sentral) dan pengepungan Taiz dan diharapkan negosiasi akan dibahas dalam putaran berikutnya.

Perlu diingat bahwa putaran pertama pembicaraan antara kedua pihak yang terlibat di Yaman untuk mengakhiri perang yang dimulai pada Kamis minggu lalu dengan dihadiri perwakilan Ansarullah dan pemerintah yang mengundurkan diri di Stockholm.

Tujuan dari negosiasi putaran pertama adalah untuk menciptakan kepercayaan minimum, karena itu sangat sulit bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan.

Negosiasi perdamaian Yaman berakhir pada hari Kamis, dua hari yang lalu dengan dihadiri Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

 

http://iqna.ir/fa/news/3772124

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\