IQNA

22:12 - December 22, 2018
Berita ID: 3472755
CHINA (IQNA) - China telah mengubah tempat penahanan Muslim negara ini di provinsi Xinjiang menjadi pusat kerja paksa.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Nework Times, Muslimin yang ditahan di Pusat Penahanan Barat China duduk di sejumlah barisan di belakang roda mesin jahit. Mereka adalah bagian dari ratusan ribu Muslimim yang telah ditahan selama berbulan-bulan untuk meninggalkan keyakinan agama mereka. TV China telah memperkenalkan mereka sebagai pola rehabilitasi yang baik yang mendapatkan upah yang bagus sebagai pekerja pabrik.

Partai Komunis China dalam propaganda medianya mengumumkan bahwa para tahanan di kamp-kamp yang berbasis di Xinjiang mendapatkan pelatihan kerja dan bekerja untuk diri mereka sendiri di lini produksi, dengan demikian dapat membantu melepaskan mereka dari kemiskinan, keterbelakangan dan was was untuk mengikuti apa yang disebut partai ini dengan Islam radikal.

Tetapi sejumlah bukti menunjukkan sistem kerja paksa di kamp-kamp ini yang dapat memperburuk kritik internasional terhadap kelaliman pemerintah China atas minoritas agama Muslim negara ini.

Sejumlah laporan lokal, gambar satelit, dan dokumen menunjukkan bahwa sejumlah besar tahanan dikirim ke pabrik-pabrik baru yang dibangun di dalam atau di sekitar kamp, di mana tidak ada pilihan selain menerima pekerjaan tersebut.

Peneliti Turki, Mehmet Volkan Kaşıkçı telah mengumpulkan dokumen dalam sebuah wawancara dengan kerabat dari mereka yang bekerja di pabrik-pabrik yang meninggalkan China. Dia berbicara dengan anggota keluarga seorang tahanan yang menurut mereka, dikirim ke pabrik karpet untuk bekerja, atau barang-barang lainnya yang dikirim ke pabrik ubin untuk bekerja.

Media pemerintah China memuji pusat-pusat itu sebagai tempat mengubah mereka menjadi warga sipil yang beradab. Mereka demikian juga mengatakan bahwa para pekerja ini dibayar dengan gaji yang adil.

 

http://iqna.ir/fa/news/3773305

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\