IQNA

22:39 - March 06, 2019
Berita ID: 3472945
FILIPINA (IQNA) - Atase kebudayaan Iran di Manila, dalam pertemuan dengan Perwakilan yayasan Filipina "Spiritualitas di Asia", mengumumkan kesiapan untuk memperkenalkan makanan halal kepada warga negara ini.

Menurut laporan IQNA dari Filipina, Carmen Alviar, perwakilan dari yayasan Spiritualitas di Asia dan Marissa AlcantAra, anggota dari direktorat pariwisata asosiasi negara Asia Tenggara (ASEAN) bertemu dengan atase kebudayaan Iran, Mohammad Jafari Malek di Manila untuk sinergi dan pengenalan makanan halal di Filipina.

Di awal pertemuan, Nyonya Alviar berterima kasih kepada atase kebudayaan Iran yang telah mengatur kunjungan tersebut dan mengatakan: “Mengingat bahwa Filipina adalah salah satu negara di mana industri makanan halal telah tumbuh sangat buruk, kami bekerja sama dengan bantuan pejabat pemerintah di Komisi Urusan Muslim dan demikian juga Komisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berupaya untuk memperkenalkan makanan halal di Filipina.”

Dia menambahkan, dalam studi yang kami lakukan, dua negara Malaysia dan Iran memiliki banyak kemajuan di bidang ini, jadi kami meminta bantuan untuk memperkenalkan budaya makanan halal bukan sebagai makanan yang disarankan dalam agama, tetapi sebagai makanan yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap akan dapat mengambil langkah-langkah positif dalam mengembangkan budaya ini dengan memberikan seminar dan pertemuan bersama dalam lingkungan ilmiah dan akademik.

Atase kebudayaan Iran di Manila mengatakan: “Atase kebudayaan menyambut baik pengenalan makanan halal kepada masyarakat Filipina dan siap untuk bekerja dengan pihak Filipina dalam hal ini.”

“Saat ini, ada begitu banyak masalah untuk menemukan makanan halal di Filipina, dimana hal ini tidak mungkin di beberapa kota, namun hal penting yang harus kami kenalkan kepada masyarakat tentang hal ini, selain menjadi sebuah subjek agama bagi umat Islam, dibalik itu, masalah kesehatan masyarakat sangat penting bagi Islam dan agama Islam menekankan makanan halal untuk kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Mohammad Jafari Malek mengatakan: “Seperti yang Anda tahu, di Iran, semua industri makanan halal dan restoran menyajikan makanan halal, yang bahkan hal ini tidak ada di Malaysia. Dengan bantuan universitas, kita dapat mengeksplorasi manfaat makanan halal dan masalah ilmiah tentang manfaat makanan halal dan penekanan agama Islam tentang nutrisi dengan makanan halal dalam seminar dan pertemuan-pertemuan bersama.”

Pada akhir pertemuan dalam pertemuan berikutnya disepakati bahwa tema kerjasama dalam penyelenggaraan seminar atau kinerja bersama untuk memperkenalkan makanan halal ditentukan di salah satu universitas Filipina.

 

http://iqna.ir/fa/news/3794946

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\