IQNA

13:08 - May 27, 2019
Berita ID: 3473144
CHINA (IQNA) - Di provinsi Hebei dan Jilin, China telah memerintahkan pencabutan baliho-baliho Arab terkait dengan makanan-makanan halal dari toko-toko Muslim.

Menurut laporan IQNA dilansir dari bitterwinter.org, otoritas pengadilan dua provinsi ini beberapa waktu lalu memerintahkan seluruh baliho Arab dan simbol-simbol terkait produk-produk makanan halal dari sejumlah toko Muslim Hui di Kota Changning untuk dikumpulkan, dan jika mereka melanggar undang-undang ini, toko mereka akan ditutup.

Salah satu pemilik toko mengatakan: “Saat ini, simbol produk makanan halal dan tulisan Arabnya yang mencerminkan kepercayaan kami tidak dapat ditemukan di kota Changning.”

Demikian juga, sejumlah restoran Muslim di Changchun diperintahkan untuk menghapus simbol Islam dan bahasa Arab dari baliho mereka. Para pejabat mengatakan bahwa kesulitan ini harus diterapkan di seluruh kota dan semua simbol Islam harus dihapus.

Salah satu pemilik restoran mengatakan: "Penindasan ini diterapkan pada Muslim di seluruh negeri."

“Kami telah menggunakan simbol Islam selama bertahun-tahun dan pelanggan kami mengunjungi kami dengan memperhatikan baliho-baliho ini,” imbuhnya. Sejak kami mencabut baliho ini, penghasilan kami turun sekitar 600 - 700 yuan (sekitar $ 85 hingga $ 100) per hari.

Hui adalah nama kelompok etnis besar di China. Hui tinggal di utara negara itu dan kebanyakan dari mereka adalah Muslim. Etnis ini sebenarnya adalah bagian dari etnis Han, yakni etnis sejati rakyat China, dengan perbedaan bahwa mereka adalah Muslim dan jumlah mereka diperkirakan mencapai 15 juta. Hui telah memainkan peran penting dalam budaya Tiongkok kuno, dan banyak seni di Tiongkok berasal dari etnis ini.

 

http://iqna.ir/fa/news/3814766

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\