IQNA

18:41 - July 02, 2019
Berita ID: 3473230
MEKAH (IQNA) - Upaya gagal seorang peziarah umrah untuk membakar Kiswah Kakbah menyebabkan kekacauan dan keributan di Masjidil Haram.

Menurut laporan IQNA dilansir dari eldorar.com, pengguna sosial media Twitter membagikan sebuah video dimana di situ pasukan keamanan Saudi menangkap seorang peziarah umrah yang berusaha membakar Kiswah Kakbah dengan menggunakan satu botol bensin.

Dalam klip video ini, peziarah umrah ini dipukuli oleh peziarah lain, dan dalam klip ini juga terdengar suara teriakan perempuan.

Sementara itu, kebangsaan peziarah yang hendak mencoba membakar Kiswah Kakbah ini belum teridentifikasi, dan demikian juga belum diketahui bagaimana ia bisa membawa botol bensin tersebut ke Masjidil Haram.

Pasukan keamanan Saudi merujuk peziarah ini ke lembaga-lembaga  terkait untuk penyelidikan lebih lanjut.

Amarah Netizen dari Berlepas Diri Ibrani di Haram Mekah

Di sisi lain, publikasi gambar ucapan selamat Ibrani di haram Mekah oleh juru bicara perdana menteri rezim Zionis telah memicu kemarahan para aktivis media.

Ofir Gendelman, juru bicara Benjamin Netanyahu, memublikasikan galeri kartu di haram Kakbah, yang ditulis dalam bahasa Inggris, "Sabtu Penuh Berkah", membuat marah pengguna Muslim.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee juga dengan memublikasikan foto ini mengatakan: "Lihat pesan Shabbat Shalom dari dalam haram Mekah. Betapa indahnya koeksistensi dan saling menghormati! "

Upaya Gagal Pelaksana Umrah untuk Membakar Kiswah Kakbah

Gambar ini adalah gambar ucapan selamat yang tertera pada kartu dalam bahasa Inggris dari kata "Shabbat Shalom" dalam arti "Sabtu Penuh Berkah!" dalam bahasa Ibrani.

Surat kabar Israel Bilarabiyyah yang berafiliasi dengan kementerian luar negeri Israel juga memublikasikan galeri ini di laman Twitternya dan menulis, "Kami mendapatkan gambar ini dari salah seorang jemaah haji di Mekah, yang memberi selamat kepada orang Yahudi dan Israel pada hari Sabtu dari jantung haram Mekah ... Pesan indah ini adalah ungkapan persaudaraan dan kedamaian."

Perlu disebutkan bahwa rezim Zionis telah menggunakan semua upayanya untuk normalisasi hubungannya dengan negara-negara Arab dalam beberapa tahun terakhir, dimana beberapa pemimpin reaksioner Arab mengiringi upaya-upaya tersebut.

http://iqna.ir/fa/news/3823475

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\