IQNA

13:32 - October 03, 2019
Berita ID: 3473486
MALAYSIA (IQNA) - Pada hari kedua Konferensi Internasional tentang Ekonomi Digital Islam dan Konferensi Internasional Kedua tentang Fintech Islam di Malaysia membahas meningkatnya permintaan untuk produk-produk halal di negara-negara Asia.

Menurut laporan IQNA dari Malaysia, konferensi Internasional tentang Ekonomi Digital Islam dan Konferensi Internasional Kedua tentang Fintech Islami dimulai Selasa, 1 Oktober, dan akan diadakan di Malaysia selama tiga hari. Sebagian dari konferensi membahas masalah keuangan, cara berinvestasi, dan cara menerima investasi secara halal.

Demikian juga masuknya sejumlah perusahaan Start-up di konferensi juga termasuk topik-topik yang dipaparkan dalam konferensi ini. Apa yang terjadi di negara-negara Islam seperti Turki, India dan Malaysia adalah masalah lain yang dibahas.

Topik-topik lain yang dibahas di panel konferensi ini adalah bagaimana mengarahkan dan mengatasi masalah ekonomi. Bagian dari konferensi ini didedikasikan pada bagaimana berbagi informasi ekonomi dan modal. Bagian lain dari konferensi ini didedikasikan untuk produk halal dan bahwa produk tersebut telah mengambil tempat di dunia. Bagian ini menekankan penyelesaian rantai halal dari makanan sampai modal. Demikian juga, bagaimana harus memilih bahan baku dari awal dan sampai pada pemasokannya serta kualitas dan kehalalan produk termasuk masalah-masalah lain yang diangkat dalam konferensi tersebut.

Konferensi ini menekankan bahwa pasar ini tidak boleh terbatas pada Malaysia dan negara-negara Asia. Dalam bagian masalah ini dikemukakan bahwa pasar halal tanpa ekonomi halal digital dan informasi tentang pasar halal tidaklah bermakna dan tak ubahnya sebuah keluarga tanpa anggota.

Di bagian lain dari acara tersebut berbicara tentang perlunya memperkenalkan produk halal di negara-negara Asia lainnya dan bahwa produsen produk-produk makanan di Jepang bergerak masuk ke arah ini, yang menunjukkan bahwa masalah ini sedang ditangani dan sedang dikejar di Jepang.

Permintaan akan produk-produk halal meningkat setiap hari di negara-negara Asia, termasuk Jepang dan China. Jenis produk ini tidak hanya untuk umat Islam. Ketika membahas produk halal, juga dipaparkan masalah kualitas dan kebersihan.

Salah satu topik yang dibahas dalam konferensi adalah bagaimana memastikan bahwa produk yang disajikan adalah halal. Demikian juga, bagaimana produk halal diiklankan di berbagai negara adalah pertanyaan lain yang dibahas.

Para ahli Kroasia menjelaskan bahwa negara ini sebagai negara Eropa pertama yang mengakui Islam dan peduli dengan masalah Islam. Empat puluh lima persen dari populasi mengkonsumsi makanan halal karena iklan.

Pejabat di beberapa perusahaan juga berbicara dari awal sampai akhir tentang tahap produksi produk-produk secara halal dan bahwa jika barang yang mereka hasilkan bukan halal, tidak akan ada pembeli. Selain itu, halal juga berarti meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap produk.

Para duta besar Bosnia dan Herzegovina dan Kroasia menghadiri konferensi tersebut.

 

http://iqna.ir/fa/news/3846593

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\