IQNA

Wawancara IQNA dengan Pemenang Arbain International Award:
21:46 - October 07, 2019
Berita ID: 3473497
IRAN (IQNA) - Seyed Mohammad Hossein Hosseini dari Quetta Pakistan, seperti Syiah lainnya di dunia, memiliki kecintaan khusus kepada Imam Husein (as), dan telah melakukan perjalanan sebanyak tiga kali dalam perjalanan Arbain, dan memiliki kenangan yang tak terlupakan tentang perjalanan spiritual tersebut.

Menurut laporan IQNA, Seyed Mohammad Hossein Hosseini dari Pakistan telah meraih peringkat terbaik dalam kategori safarnameh (catatan perjalanan) pada tahun ini di Arbain Internasional Awards kelima, yang diselenggarakan oleh Organisasi untuk Kebudayaan dan Komunikasi Islam. Dia telah merasakan perjalanan Arbain sebanyak tiga kali dan menganggap perjalanan pertamanya ke Karbala adalah perjalanan yang tak terlupakan yang tidak dapat dibandingkan dengan yang lain.

Warga Pakistan Quetta, yang juga seorang wartawan untuk halaman bahasa Urdu IQNA, menceritakan kenangan perjalanan Arbain dalam sebuah catatan perjalanan yang disebut "Perjalanan Cinta yang Tak Terlupakan", yang meraih peringkat kelima di Arbain Internasional Awards kelima. Kami melakukan wawancara dengannya untuk memberi tahu kami tentang perjalanan yang tak terlupakan ini di hari-hari ketika banyak sekali pecinta Huseini melakukan longmarch pada hari Arbain:

Berapa kali Anda menziarahi makam Imam Husein (as) pada hari Arbain?

Sejauh ini saya dapat berpartisipasi dalam longmarch Arbain dan menziarahi haram suci Imam Husein sebanyak tiga kali, untuk pertama kalinya saya berpartisipasi dalam Arbain Internasional Award, dan saya menulis memori perjalanan pertama saya ke Irak pada perjalanan ini, yang mendapat perhatian juri Arbain Internasional Award dan saya meraih peringkat kelima.

Apakah Anda akan melakukan longmarch pada tahun ini?

Ya, tahun ini saya akan berpartisipasi dalam longmarch Arbain dan saya sedang mengambil visa Arbain serta saya berharap dapat menghadiri acara ini pada tahun ini juga.

Apa pendapat Anda tentang Arbain Internasional Award?

Arbain Internasional Award adalah awal terbaik untuk memperkenalkan Arbain di tingkat internasional, dan menurut saya semakin diselenggarakan secara luas dan semakin beragam, semakin banyak dampak yang akan ditimbulkan.

Apa yang Anda kupas dalam perjalanan Anda, yang dipilih oleh Arbain Internasional Awards ke-5?

Saya merenungkan tiga hal dalam catatan perjalanan ini, pertama perjalanan dengan teman-teman saya dalam longmarch Arbain yang memiliki suasana khusus yang tak terlukiskan, yang kedua kami membaca doa Kumail di perbatasan Irak di mana kami tiba pada malam Jumat, dan kenikmatan doa itu seukuran dimana saya dapat mengatakan bahwa dalam hidup saya, saya belum pernah membaca doa semacam ini dan belum pernah saya dapati dalam suasana seperti itu.

Hikayat Catatan Perjalanan Cinta dari Pakistan sampai Karbala/Kelezatan Doa Kumail yang Tak Terlupakan

Mohammad Hossein Hosseini di longmarch Arbain bersama rombongan karavan dari Quetta Pakistan

Ketiga, kami merasa malu dan takjub pada keramahan dan perilaku baik warga Irak, betapa banyak warga Irak melayani para peziarah Imam Husein (as) dan memberi mereka pengabdian. Ini semua membuat saya terkagum dan hal-hal ini saya tuangkan dalam catatan perjalanan saya.

Sejauh apa perlunya media untuk merefleksikan berita Arbain?

Merefleksikan berita-berita Arbain di berbagai media, terutama IQNA, adalah kinerja besar yang menyampaikan pesan Arbain ke dunia.

Bagaimana Anda melihat longmarch Arbain?

Menurut pendapat saya, kebesaran dan keagungan Arbain meningkat dari hari ke hari, dan dunia akan mengenal Arbain dan pecinta Imam Husein (as) akan datang ke Karbala dan menggambarkan keagungan longmarch Arbanin dalam puisi dan literatur pelbagai bangsa.

Hikayat Catatan Perjalanan Cinta dari Pakistan sampai Karbala/Kelezatan Doa Kumail yang Tak Terlupakan

Penghargaan atas Mohammad Hossein Hosseini sebagai pemenang juara kelima pada Arbain Internasional Awards 

Ringkasan perjalanan Mohammad Hossein Hosseini, yang berjudul "Perjalanan Cinta Tak Terlupakan," tentang longmarch Arbain, adalah sebagai berikut:

“Manusia selalu menjadi seorang musafir. Dari sejak ia dilahirkan ia adalah seorang musafir, kami dilahirkan di losmen dan kami menuju Darul Baqa’ (rumah abadi), ini adalah perjalanan terbesar kami, perjalanan ini meninggalkan banyak kenangan; kenangan pahit dan manis, kadang-kadang perjalanan sepenuhnya merubah cara hidup kita.”

Awal Mula Perjalanan

Tahun 2012 bersama sekelompok anak muda di kota kami (Quetta), kami memutuskan untuk pergi ke Arbain Imam Husein (as). Karavan kami dengan nama Ali Karavan pergi ke Karbala, satu minggu lagi Arbain, malam ketika kami pergi, anak-anak muda dengan slogan "Labbaik ya Zainab (as)" dan "Labbaik ya Husein (as)" telah menciptakan suasana spiritual khusus, kami berfikir bagaimana kita pergi ke Karbala dan menziarahi seorang Imam yang sampai sekarang hanya mendengar namanya di majelis atau di buku-buku. Bisakah kita melayani Imam di Karbala?

Hikayat Catatan Perjalanan Cinta dari Pakistan sampai Karbala/Kelezatan Doa Kumail yang Tak Terlupakan

Mohammad Hossein Hosseini di longmarch Arbain

Saya mengatakan kepada teman-teman saya bahwa kami telah mendengar dari para ulama bahwa beliau akan melihat kita, meski hanya dengan niat untuk menziarahi dan mengetahui kondisi kita. Jadi mari kita coba saling melayani demi keridhaan Imam dan tidak membuat Imam sedih.

Saya tidak tahu bagaimana berbicara, tetapi saya melihat air mata kegembiraan menglir di mata para pemuda itu, dan mata mereka seolah-olah berbicara bahwa kami akan berusaha membuat Imam senang dengan pekerjaan-pekerjaan kami.

Ya, di sepanjang jalan, saya melihat bagaimana para pria dan wanita muda ini melayani para lansia di perbatasan Iran-Pakistan-Iran-Irak, tidak mengizinkan perempuan atau orang tua untuk membawa peralatan berat atau koper, mereka mengatakan Anda hanya cukup memegang paspor Anda dan pergi melintasi perbatasan, kami siap mengabdi, dengan penuh kecintaan mereka mengangkut persediaan karavan melintasi perbatasan.

Doa Kumail yang Tak Terlupakan

Dengan semangat itu, kami memasuki perbatasan Irak pada malam Jumat, dan anak-anak berkata mari kita baca Doa Kumail, sementara itu kami lelah, kami naik bus dan mulai membaca Doa Kumail. Aku bersumpah aku tidak akan pernah melupakan suasana spiritual yang tercipta dalam doa ini; para pemuda pingsan dikarenkan tangisan-tangisan histeris.

Kami terkesima atas ungkapan cinta warga Irak sepanjang perjalanan, kami tidak dapat mengungkapkan cinta ini untuk para peziarah, dan kami juga tidak dapat menuliskannya. Kami hanya dapat merasakan apa itu cinta sejati, mungkin selama kami hidup tidak dapat melupakan semua kecintanan kepada kami ini.

Hikayat Catatan Perjalanan Cinta dari Pakistan sampai Karbala/Kelezatan Doa Kumail yang Tak Terlupakan

Pada hari kami tiba di Karbala adalah Arbain, tidak ada tempat duduk, penginapan dan maukib penuh, duduk di dekat sebuah bangunan setengah jadi dan berpikir ke mana harus pergi, tiba-tiba seorang wanita Irak keluar dari rumah, berbicara bahasa Arab dan sedikit bahasa Inggris, mengundang kami rumahnya untuk mandi di sini.

Kami yang berjumlah 25 orang pergi mandi, malam pun tiba, kami melihat hidangan makanan sudah tersajikan, kami berkata tidak ingin merepotkan dan pergi, ia mengatakan sekarang sudah malam dan mungkin di luar sudah tidak ada tempat lagi, ini adalah rumah saya siap untuk melayani Anda di sini.

Keramahan dan hadiah wanita Irak

Kami berada di Karbala selama sekitar 9 hari dan kemudian kami mengerti bahwa wanita itu adalah salah satu abdi di haram Abul Fadhl Abbas (as), hamba Allah tersebut memberi kami sebuah bendera pada hari terakhir, sebuah bendera yang sudah ditabarukan pada haram beliau (as).

Setelah dari Karbala kami menuju Najaf, seolah-olah di sini seseorang telah mengatur untuk kami. Seorang penduduk Najaf menyerahkan rumahnya sepenuhnya kepda kami dan mengatakan bahwa ketika Anda berada di sini, Anda bisa tinggal di rumah saya, rumahnya seperti gudang, dan kami melihat bahwa sekarang kami harus bekerja. Anak-anak masuk dan membersihkan rumah sehingga kami mengemasi peralatan sehingga pemilik yang datang besok hari dikejutkan oleh kebersihan rumah dan sangat gembira.

Hikayat Catatan Perjalanan Cinta dari Pakistan sampai Karbala/Kelezatan Doa Kumail yang Tak Terlupakan

Kami juga pergi ke Kazimain dan Samarra, dan setelah sekitar 20 hari kami pergi ke Khorasan (Masyhad), setelah sebulan, akhirnya kami kembali ke tanah air kami, tetapi kami mengingat cinta, gairah itu, kenangan manis itu setiap waktu, telah mengubah kondisi dan hari-hari kami. Semua karavan yang berjumlah sekitar lima puluh orang, termasuk wanita, anak-anak, orang tua, dan orang muda, mengakui bahwa kami melakukan perjalanan ke sepenggal surga dan kembali. Kami tidak merasakan sedikitpun ketidaknyamanan selama perjalanan satu bulan dan mengakhiri perjalanan kami dengan cinta yang tidak dapat dijelaskan.

 

http://iqna.ir/fa/news/3847502

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\