IQNA

21:38 - October 31, 2019
Berita ID: 3473563
PARIS (IQNA) - Organisasi internasional Reporters Without Borders atau RWB telah meminta pengadilan Perancis untuk mengeluarkan perintah pengumpulan spanduk iklan-iklan besar terkait pariwisata Saudi di Paris.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Arabi21, Reporters Without Borders, sebuah organisasi internasional yang mengadvokasi kebebasan jurnalis, menyebut pemasangan spanduk iklan tersebut setelah pembunuhan terhadap pengkritik, penulis dan fotografer Saudi, Jamal Khashoggi sebagai penghinaan terhadap martabat manusia dan mendesak pengadilan Perancis untuk mengeluarkan perintah supaya mengumpulkan spanduk tersebut.

Organisasi internasional yang berbasis di Perancis ini menekankan: "Mengingat situasi saat ini, Perancis seharusnya tidak mengizinkan pemasangan iklan semacam itu di tengah kota Paris."

Organisasi itu mengatakan telah mengajukan pengaduan ke Pengadilan Administratif Paris untuk memaksa pihak berwenang Paris untuk mengumpulkan spanduk iklan besar.

Menurut Reporters Without Borders, fakta bahwa Arab Saudi mengiklankan dirinya sebagai tujuan liburan bagi orang-orang Perancis adalah sebuah penghinaan yang tidak dapat diterima terhadap martabat manusia dan menuntut intervensi peradilan.

Lembaga-lembaga hukum menekankan bahwa tidak ada satu orangpun yang telah dihukum di gedung konsulat Saudi setelah lebih dari setahun pasca pembunuhan brutal terhadap penulis, jurnalis dan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Arab Saudi telah meluncurkan kampanye iklan berskala besar di seluruh dunia untuk meningkatkan jumlah wisatawannya, dan dalam hal ini Saudi menawarkan visa pariwisata untuk pertama kalinya.

Sebuah spanduk iklan besar yang dipasang oleh Arab Saudi di pusat kota Paris dekat Opera House kota ini menunjukkan sebuah pulau yang subur di perairan biru dengan slogan: "Jadilah turis pertama di pulau itu… Selamat datang di Arab Saudi. "

Arab Saudi saat ini sedang mempersiapkan untuk menjadi tuan rumah konferensi G20 dan pertemuan para pemimpin lebih dari 20 negara kaya dunia pada tahun 2020.

 

https://iqna.ir/fa/news/3853346

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\