IQNA

7:20 - November 06, 2019
Berita ID: 3473574
DUBAI (IQNA) - Dua belas peserta dari berbagai negara berkompetisi satu sama lain pada hari kedua musabaqoh internasional Alquran Fatima binti Mubarak, khusus perempuan di Dubai.

Menurut laporan IQNA dilansir dair situs resmi Emirat, peserta dari Kenya, Republik Demokratik Kongo, Aljazair, Rwanda, Nigeria dan Guinea-Bissau berkompetisi pada sesi pagi pada hari kedua musabaqoh, yang diadakan pada Ahad atas prakarsa lembaga internasional DIHQA.

Pada sesi sore hari kedua musabaqoh, peserta dari Republik Komoro, Guinea Conakry, Palestina, Bangladesh, Tunisia dan Maladewa melakukan tilawah di depan juri.

Para peserta dalam musabaqoh ini, yang diadakan dalam kategori hafalan seluruh Alquran, menganggap kehadiran dalam musabaqoh ini sebagai sumber kebanggaan bagi dirinya, karena ini adalah salah satu musabaqoh Alquran terpenting di dunia.

Ibrahim Mohammed Bu Melha, Gubernur Dubai untuk urusan budaya dan kemanusiaan dan ketua komite penyelenggara musabaqoh internasinal DIHQA menyebut tingkat hafalan, tilawah para peserta dan percaya diri yang tinggi para peserta saat melakukan tilawah Alquran dan upaya mereka untuk mendapatkan hasil terbaik dalam musabaqoh sangat perlu diapresiasi dan meminta upaya kontinu mereka untuk membuat kemajuan di bidang hafalan dan tilawah Alquran.

Penasihat penguasa Dubai melanjutkan: Setiap tahun banyak musabaqoh Alquran diadakan di Dubai, termasuk musabaqoh internasional Alquran perempuan. Ini adalah musabaqoh internasional terbesar di dunia yang telah sukses selama tiga tahun terakhir.

Musabaqoh internasional Alquran perempuan Dubai dengan nama Sheikha Fatima binti Mubarak dimulai pada Sabtu, 2 November, di auditorium pertemuan klub budaya dan ilmu di kawasan Al-Mamzar Dubai, dengan dihadiri Ibrahim Mohammed Bu Melha, Ketua Komite Penyelenggara dan tokoh-tokoh Quran lainnya.

Pada hari pertama musabaqoh, peserta dari Sri Lanka, Ghana, Chad, Yordania, Kongo, Senegal, Suriah, Amerika Serikat, Uganda, Kosovo dan Pantai Gading saling berkompetisi satu sama lain. Kegiatan musabaqoh internasional ini akan diadakan selama sepekan dalam dua sesi, pagi dan sore dan 68 peserta berkompetisi satu sama lain.

Usman bin Mohammad al-Sadiqi dari Arab Saudi, Tariq Abdul Hakim Abdul Sattar Bayumi dari Mesir, Salem Mohammad al-Doubi dari UEA, Waled bin Hassan bin Ali Janahi dari Bahrain, Khalid Aziz al-Maosuli dari Irak, Mohammad Mballo Fall dari Senegal adalah enam juri internasional musabaoqh ini.

Zaynab Feizi, hafizah cilik, adalah wakil Republik Islam Iran dalam musabaqoh ini dan lahir tahun 1390 HS (2011) dan tinggal di Teheran.

 

https://iqna.ir/fa/news/3854510

Kunci-kunci: Dubai ، Kompetisi ، Musabaqoh Perempuan ، DIHQA
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\