IQNA

9:28 - December 21, 2019
Berita ID: 3473754
INDIA (IQNA) - Protes dilakukan oleh orang-orang India atas undang-undang kewarganegaraan yang baru sejauh ini mengakibatkan delapan orang tewas dan polisi telah menangkap ratusan demonstran.

Menurut laporan IQNA dilansir dari UNB, delapan orang telah tewas dan ratusan ditangkap dalam protes terhadap undang-undang kewarganegaraan diskriminatif India. Dengan meningkatnya protes, undang-undang yang melarang demonstrasi telah diterapkan di beberapa bagian Delhi dan di seluruh Uttar Pradesh dan Karnaaka.

Undang-undang kewarganegaraan India yang baru memungkinkan imigran non-Muslim dari Afganistan, Pakistan dan Bangladesh untuk mendapatkan kewarganegaraan India, tetapi tidak memberikan hak tersebut kepada Muslim. Para pengkritik mengkritik undang-undang tersebut sebagai pelanggaran konstitusi India dan percaya bahwa agama seseorang tidak seharusnya menjadi dasar pemberian kewarganegaraan.

Kemarin, ribuan orang melakukan demo di berbagai kota di India untuk memprotes undang-undang tersebut meskipun ada larangan perkumpulan lebih dari 4 orang di beberapa daerah. Dua orang terbunuh dalam demo tersebut di Bangalore akibat tembakan polisi. Polisi juga bentrok dengan para demonstran, yang menewaskan satu orang di Lucknow. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa lima orang tewas di Assam.

Para aktivis politik, mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil menyerukan demonstrasi damai dan tenang dengan memposting pesan di Instagram dan Twitter.

Ribuan orang, termasuk beberapa aktivis Hindu, telah ditangkap dalam protes terhadap undang-undang tersebut. Ramachandra Guha, seorang sejarawan dan kritikus terhadap pemerintah India, mengatakan ia telah ditangkap bersama dengan ratusan pengikut berbagai agama, yang menunjukkan bahwa kebanyakan orang India menentang undang-undang diskriminatif ini.

 

https://iqna.ir/fa/news/3865384

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\