IQNA

13:29 - December 30, 2019
Berita ID: 3473787
CINA (IQNA) - Pemerintah Cina banyak mengirim anak-anak Muslim ke sekolah berasrama untuk mencegah mereka dari pengaruh agama dan mengurangi identitas serta budaya Islam dan etnis mereka.

Menurut laporan IQNA dilansir dari The New York Times, sekitar satu juta orang minoritas Muslim Cina, termasuk Uighur, Kazakh, dan lainnya, telah dikirim ke kamp pelatihan dan penjara Xinjiang selama tiga tahun terakhir. Tujuan Beijing dari hal itu adalah untuk melemahkan kepercayaan dan keyakinan umat Islam.

Bersamaan dengan penangkapan yang dilakukan secara meluas ini telah memicu kemarahan global, pemerintah Cina terus merancang rencana lain untuk mencegah anak-anak dari keluarga Muslim untuk mengenal budaya dan identitas agama serta etnis mereka.

Menurut sebuah dokumen yang diterbitkan di situs pemerintah, hampir setengah juta anak-anak Muslim telah dipisahkan dari keluarga mereka dan dikirim ke sekolah berasrama.

Partai Komunis telah memperkenalkan sekolah-sekolah ini sebagai cara untuk mengatasi kemiskinan. Tetapi sekolah-sekolah ini dirancang oleh Pemerintah Cina yang dirilis pada tahun 2017, dengan tujuan untuk menarik dan mempengaruhi anak-anak pada usia dini dan menjauhkan mereka dari dampak keluarga mereka. Banyak dari anak-anak ini dipaksa untuk mendaftar di sekolah berasrama karena orang tua mereka dan kerabat-kerabat lainnya telah ditangkap.

Media-media pemerintah dan dokumen-dokumen resmi China menggambarkan pendidikan sebagai komponen asli dari rencana Presiden Xi Jinping untuk memberantas ekstremisme di Xinjiang, di mana minoritas Muslim telah membentuk lebih dari setengah penduduk 25 juta orang.

 

https://iqna.ir/fa/news/3867115/

 

Kunci-kunci: Cina ، Isolasi ، Anak-anak Muslim
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\