IQNA

Catatan Seorang Analis Pakistan:
21:05 - January 21, 2020
Berita ID: 3473864
PAKISTAN (IQNA) - Analis Pakistan, Mazhar Barlas mengatakan dalam sebuah catatan kepada Geo News Pakistan: Amerika dan Zionis telah lama berkeinginan untuk menyingkirkan Soleimani karena ia adalah penghalang terbesar bagi proyek Israel Raya.

Menurut laporan IQNA, penulis dan analis Pakistan, Mazhar Barlas dalam sebuah catatan di situs web Geo News Pakistan (geo.tv), tentang karakter Jenderal Soleimani, pertama-tama mengupas sejarah hubungan Iran-Pakistan dan menyebutkan: Pemuda kita mungkin kurang menyadari betapa intimnya hubungan kami dengan Iran, lebih dari 30 tahun yang lalu Iran dan Pakistan adalah "satu jiwa dalam dua tubuh", setelah kemerdekaan Pakistan, negara pertama yang mengakui kami adalah Iran.

Istri Iskander Mirza, presiden pertama Pakistan, adalah orang Iran. Perdana menteri wanita paling terkenal di Pakistan adalah Ny. Benazir Bhutto, putri seorang wanita Iran bernama Nusrat Bhutto. Banyak orang Iran di masa lalu datang ke pelbagai kawasan Pakistan untuk pelatihan, mungkin alasan lain hubungan Iran-Pakistan adalah bahasa Persia, yang sudah marak sebelum kedatangan orang-orang Eropa.

Munculnya Dhiyaul Haq dan Berakhirnya Persahabatan Iran dan Pakistan

Hubungan dan kecintaan antara Iran dan Pakistan berlanjut hingga 5 Juli 1977, ketika sebuah diktat mengambil kekuasaan dengan kudeta (merujuk pada kudeta Jenderal Dhiyaul Haq, Komandan Angkatan Darat Pakistan melawan pemerintah Zulfikar Ali Bhutto) dan dari situ kami jauh dari harta milik kami.

Ini adalah satu musim ketika orang-orang Iran jauh dari Pakistan, dan dengan adanya segala upaya, kami tetap tidak dapat mengembalikan kembali keintiman dan keharmonisan lama kami dan putra-putra spiritual Dhiyaul Haq memiliki banyak pengaruh dalam masalah ini.

Ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki pengaruh pada hubungan antara kedua negara, perlu diketahui bahwa lagu kebangsaan Pakistan adalah dengan bahasa Persia, tetapi kami sangat jauh dari orang-orang berbahasa Persia.

Jenderal Soleimani, Putra Keluarga Petani

Qasem Soleimani lahir ketika hubungan Pakistan-Iran mesra. Pada 11 Maret 1957, ia lahir di sebuah desa di Kerman, Iran, dari rumah seorang petani, yang diberi nama Qasem Soleimani.

ketika dia datang dari desa ke kota berusia dua belas tahun dan memulai menjadi pelayan di sebuah toko di sana, kemudian bekerja di Departemen Air Kerman, di malam hari dia mendengarkan sebagian besar pidato Imam Khomeini (ra).

Pada tahun 1979, setelah Revolusi Islam, ia bergabung dengan Garda Revolusi. Pada tahun-tahun pertama di Kurdistan ia berperang dengan para pemberontak dan menyelesaikan masalah mereka, pada 1980 dan setelah perang dengan Irak, ia menjadi komandan tentara (Tsarallah Kerman) dan merebut kembali beberapa daerah dari Irak dan menjadi komandan populer dan terkasih.

Pada 1980-an, ia melakukan kunjungan ramah dengan Jenderal Aslam Beg Pakistan (mantan komandan Angkatan Darat Pakistan), ia memainkan peran penting dalam menggulingkan Saddam di Irak, dan melakukan pekerjaan yang berharga dalam mengalahkan ISIS di Irak dan Suriah.

Amerika menentang keberadaan jenderal ini, karena rencana apa pun yang dia lakukan, Soleimani (Jenderal Soleimani) akan menggagalkannya, dia dikenal sebagai pahlawan di antara orang-orang Iran, dan dia bertarung secara terampil dengan musuh-musuh Iran.

Pada Januari 2011, Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei mempromosikan Qasem Soleimani ke pangkat Jenderal (Komandan) dan menyebutnya sebagai martir yang masih hidup, Soleimani memberikan layanan berharga di Timur Tengah sebagai ahli strategi militer.

Sebagai kepala Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam, ia melakukan banyak perjalanan ke luar negeri, telah tersebar berita tentang kesyahidannya pada tahun 2006, 2012, dan 2015; Soleimani adalah orang Iran yang sedikit bicara dan sangat dicintai dan memiliki aksen manis dan ramah.

Syahadah, Harapan Jenderl Soleimani

Belum lama ini, dia bercerita dengan teman-temannya dan mengatakan, "Saya adalah putra Karbala, syahid adalah keinginan saya." Akhirnya, pecinta syahadah ini menggapai mimpinya pada hari Jumat (3 Januari), menuju dari Suriah ke Beirut melalui darat, dan dari sana ia mencapai Baghdad dengan penerbangan reguler dan kota ini menjadi tempat gugurnya.

Dalam insiden tersebut, mobil Soleimani dihantam rudal dari sebuah drone dari pangkalan udara Qatar, yang dikendalikan dari pangkalan Nevada AS.

Amerika dan Zionis telah lama berkeinginan untuk menyingkirkan Soleimani karena ia adalah penghalang terbesar bagi realisasi Proyek Israel Raya.

Soleimani memiliki kepribadian magis dan jauh dari sektarianisme Syiah dan Sunni membela rakyat-rakyat Suriah, Irak dan Palestina serta memperkuat kelompok perlawanan di Irak, Lebanon, Suriah, Palestina, dan Yaman serta memberikan pelatihan militer kepada mereka.

Raja Nasir, Sekretaris Jenderal Majelis Persatuan Muslim Pakistan, mengatakan: "Ketika penguasa Pakistan mengatakan kami akan tetap netral jika Iran diserang, Jenderal Qasem Soleimani mengatakan bahwa jika ada serangan terhadap Pakistan, kami akan menumpahkan darah dan syahadah akan menjadi kebanggaan bagi saya. Sebagaimana ucapan Iqbal Lahori:

Syahadah, hal yang diharapkan dan dikehendaki seorang mukmin

Bukan harta rampasan, bukan penaklukan

 

https://iqna.ir/fa/news/3872762

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\