IQNA

7:27 - February 25, 2020
Berita ID: 3473967
TEHERAN (IQNA) - Dengan mengisyaratkan esensi kelompok teroris ekstrimis di masyarakat tidak jelas, peneliti Islam asal Sri Lanka mengatakan: “Untuk menghilangkan tuduhan ekstremisme Muslim Sri Lanka, kelompok ini harus terlibat dalam kegiatan nasional dan sosial bersama kegiatan keagamaan Islam, tetapi tantangan utamanya adalah kurangnya pengetahuan Muslim Sri Lanka terhadap konsep dan gaya masyarakat sipil.”

IQNA melaporkan, pasca pemboman dan serangan teroris yang terjadi pada bulan April 2019 dan bertepatan dengan hari Paskah di tiga gereja, empat hotel dan kompleks perumahan di beberapa kota di Sri Lanka yang mengakibatkan kematian setidaknya 359 orang dan 500 lainnya luka-luka, berbagai diskusi dan pandangan disajikan ke negara ini dalam komunitas multikultural dan multi-agama negara itu tentang pengaruh ekstremisme dan terorisme.

Usthaz M.A.M.Mansoor, seorang penulis Sri Lanka yang baru-baru ini menerbitkan sebuah buku berjudul "Apakah Alquran Mensuport Kekerasan?" dalam menanggapi kontroversi yang ia terbitkan, ia berbicara kepada surat kabar berbahasa Inggris The Sunday Observer di Sri Lanka tentang tujuannya menulis karya ini.

Dengan mengisyaratkan pada serangan teroris pada bulan April di negara itu pada malam Paskah, Usthaz Mansoor mengatakan: "Buku ini ditulis untuk pencerahan di bidang ajaran-ajaran Islam dan penyadaran ke pelbagai komunitas Sri Lanka."

Cendekiawan Islam menjelaskan, alasan utama penulisan dan penerbitan buku ini adalah serangan teroris Paskah tahun lalu. Setelah kejadian ini, kami (cendekiawan Islam) mendapati ekstremisme di komunitas Muslim Sri Lanka. Oleh karena itu, kami merasa perlu menganalisis tafsir-tafsir yang menyimpang dari Islam dan menciptakan kesadaran di kalangan Muslim di seluruh pulau ini.

"Seluruh komunitas menerima isi buku itu. Beberapa lembaga Islam dan fakultas pendidikan tinggi telah memasukkan karya ini ke dalam sumber-sumber pengajaran mereka, dan sekolah agama dan beberapa fakultas juga telah mengundang saya untuk memberi kuliah dan tafsir tentang buku ini," katanya.

Usthaz Mansoor menegaskan: Meskipun konsep jihad adalah bagian dari Islam, itu tergantung pada keadaan tertentu. Topik jihad bukanlah sesuatu yang biasanya dibahas di kelas. Setelah serangan Paskah, para ulama bersikeras bahwa masalah pandangan Islam tentang kekerasan harus diperhatikan di sekolah-sekolah Islam. Buku ini adalah jawaban atas permintaan itu.

Tentang ekstremisme dan kekerasan agama di Sri Lanka dan sekolah-sekolah Islam, cendekiawan Islam mengatakan, budaya sekolah-sekolah Islam telah ada selama 100 tahun dalam sejarah Sri Lanka. Selama 100 tahun ini, kami tidak memiliki kasus kekerasan di sekolah-sekolah Islam. Masalah ini tidak memiliki akar pribumi dan saya curiga pengaruh asing kelompok teroris seperti al-Qaeda atau ISIS di sekolah-sekolah ini.

Perlunya Partisipasi Komunitas Muslim Sri Lanka dalam Kegiatan Sipil

Dia menambahkan, komunitas Muslim Sri Lanka dapat dibagi menjadi tiga kelompok: Mereka intelektual dan dari aspek agama moderat, kedua adalah mereka yang tidak terlalu moderat dari aspek agama, namun mengikuti kebiasaan dan tradisi masyarakat dan pada umumnya adalah orang-orang yang tidak berbahaya. Bagian ketiga adalah minoritas kecil yang fanatik dalam ideologinya.

Dengan mengisyaratkan bahwa kelompok ketiga dapat dengan mudah terpikat oleh kelompok-kelompok teroris dan dipengaruhi oleh organisasi asing, Usthaz Mansoor lebih lanjut menambahkan: "Karena kita tidak tahu persis siapa minoritas ini, kita harus membesar-besarkan seluruh komunitas Muslim Sri Lanka. Saya telah menyarankan bahwa komunitas Muslim di negara ini berubah menjadi masyarakat sipil. Mereka juga harus berpartisipasi dalam kegiatan nasional dan sosial bersama dengan kegiatan keagamaan Islam. Tetapi tantangan utama bagi Muslim Sri Lanka adalah kurangnya pengetahuan Muslim Sri Lanka terhadap konsep dan gaya masyarakat sipil, jadi kami berupaya untuk menghilangkan kesenjangan ini dengan menyediakan karya semacam ini." (hry)

 

3880854

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\