IQNA

7:50 - February 26, 2020
Berita ID: 3473971
TEHERAN (IQNA) - Setidaknya tujuh orang tewas di Delhi bersamaan dengan kunjungan Trump ke India selama protes pada Senin terhadap undang-undang kewarganegaraan yang diskriminatif.

CNN melaporkan, Perdana Menteri India, Narendra Modi berterima kasih kepada Trump dan delegasinya atas kunjungan pada Selasa (25/2).

"Kami menyambut kedatangan Anda di sini, dan saya senang melihat Anda mengunjungi setiap tempat kemarin," katanya kepada Trump.

Sementara itu, kemarin protes terhadap undang-undang kewarganegaraan diskriminatif di Delhi berlanjut.

Menurut sumber berita, 7 orang tewas dan 90 lainnya luka-luka dalam protes di New Delhi. Seorang pejabat polisi mengatakan bentrokan kemarin telah menewaskan seorang polisi dan 6 warga sipil. Dengan mengutuk kekerasan tersebut, polisi meminta para demonstran untuk melakukan protes secara hukum.

Menteri Dalam Negeri India, Kishan Reddy juga mengklaim protes itu adalah sebuah rencana untuk menghancurkan citra negara itu selama kunjungan Trump ke India.

Partai-partai oposisi di India percaya bahwa undang-undang kewarganegaraan yang baru melanggar konstitusi negara karena menempatkan agama seseorang berdasarkan kewarganegaraan dan mengisolasi Muslim India lebih dari sebelumnya.

Protes atas undang-undang kewarganegaraan telah berlangsung selama dua bulan terakhir, menurut klaim pemerintah India, undang-undang kewarganegaraan untuk melindungi minoritas Hindu, Persia, Sikh, Buddha, Jain dan Kristen yang datang ke India sebelum 31 Desember 2014 dari Afganistan, Bangladesh, dan Pakistan telah disahkan, tetapi undang-undang tersebut mengecualikan Muslim. (hry)

 

3881345

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\