IQNA

13:07 - March 11, 2020
Berita ID: 3474025
TEHERAN (IQNA) - Menyusul wabah penyakit corona di Irak, otoritas Irak melarang segala bentuk perkumpulan di kota-kota negara ini, terutama kota-kota ziarah dan atabah suci.

Situs RT melaporkan, komite khusus Crisis Group untuk mencegah penyebaran virus corona di Irak mengatakan dalam sebuah pernyataan: Beberapa minggu setelah penyebaran virus corona di negara itu dan sejumlah rekan senegaranya terjangkit epidemi dan beberapa orang meninggal, otoritas nasional dan moral serta pekerjaan mewajibkan kita agar orang Irak sedari awal selalu mengetahui jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal.

Komite ini menambahkan: "Dengan berdasarkan pada resolusi No. 89 tahun 1981, undang-undang umum kesehatan dan RUU WHO, dan meskipun adanya tindakan pencegahan, menyebut kesinambungan pertemuan-pertemuan dengan segala bentuk apapun adalah di antara faktor paling berbahaya untuk penyebaran virus Corona. Karenanya, dengan menekankan pada keputusan sebelumnya, kami telah memerintahkan agar tindakan ini dilanjutkan dan setiap aksi perkumpulan dilarang."

Dalam pernyataan itu ditekankan, Komite Krisis menyetujui pelarangan segala bentuk perkumpulan para peziarah di kota-kota ziarah dan atabah suci untuk mencegah penularan virus corona dan kesehatan sesama warga. Penyelenggaraan semua acara olahraga dan acara juga dilarang, dan warga negara dijustifikasi agar tidak menyelenggarakan segala bentuk acara-acara perayaan gembira, yang menyebabkan terbentuknya perkumpulan.

Komite Krisis Irak juga meminta kepada warga irak yang datang dari Cina, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Singapura, Kuwait dan Bahrain untuk tinggal di fasilitas rumah karantina selama 14 hari sehingga kelompok-kelompok medis spesialis yang berafiliasi dengan kementerian menangaani kondisi mereka di rumah.

Perlu diketahui sampai Senin malam (9/3) jumlah orang yang terinfeksi penyakit corona di Irak telah meningkat menjadi 66 orang, sementara 6 dari mereka meninggal dunia. (hry)

 

3884282

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\