IQNA

Pusat Pengamatan Islamophobia Mesir:
10:13 - March 17, 2020
Berita ID: 3474042
TEHERAN (IQNA) - Pusat Pengamatan Islamophobia yang berafiliasi dengan Darul Fatwa Mesir bertetapan dengan peringatan pertama serangan teroris di masjid-masjid Selandia Baru menyerukan agar 15 Maret dinamakan sebagai "Hari Menentang Kebencian terhadap Islam".

Surat kabar elwatan Mesir melaporkan, Pusat Pengamatan Islamophobia yang berafiliasi dengan Darul Fatwa Mesir dengan mengeluarkan pernyataan bertetapan dengan peringatan pertama serangan teroris di dua masjid Christchurch di Selandia Baru, mengumumkan: “Serangan teroris itu sejatinya menyingkap terorisme ISIS kulit putih di Barat dan memiliki banyak pelajaran bagi bangsa-bangsa.”

Lebih lanjut, pernyataan itu menyebutkan, serangan teroris, yang dilakukan oleh salah satu sayap kanan ekstrimis dan teroris dengan dalih mempertahankan supremasi kulit putih dan memakan lebih dari 50 korban, menunjukkan bahaya penyebaran gerakan ini di kalangan pemuda-pemuda barat dengan slogan-slogan berdarah dan rasis.

Pernyataan itu juga menunjukkan bahwa setelah serangan itu, simbol solidaritas agama diupayakan antara pengikut agama dan mereka bergegas membantu keluarga para korban guna menunjukkan bahwa serangan-serangan mengerikan seperti itu tidak sama sekali memiliki tempat dalam agama dan merupakan langkah-langkah setan.

Pusat Pengamatan Islamophobia Mesir menyerukan dedikasi tanggal 15 Maret sebagai hari melawan kebencian terhadap Islam, dan menekankan: "Ini adalah hari kompensasi untuk apa yang telah dihadapi oleh Muslim dan imigran (Selandia Baru) dan untuk membantu menyebarkan kesadaran, partisipasi dan pendidikan di masyarakat serta akan menyiapkan peluang-peluang untuk berdialog."

Perlu diingat bahwa 51 orang terbunuh dalam serangan terhadap dua masjid di Christchurch pada 15 Maret 2019; serangan itu dilakukan oleh sayap kanan Australia, Brenton Tarrant. (hry)

 

3885689

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\