IQNA

17:25 - April 11, 2020
Berita ID: 3474120
TEHERAN (IQNA) - Untuk pertama kalinya dalam 100 tahun, acara perayaan Paskah umat Kristen tidak akan diadakan di Gereja Kebangkitan (Holy Shrine) di Yerusalem dengan tujuan untuk memerangi wabah virus corona.

Sputnik melaporkan, gereja Kebangkitan, yang terletak di bagian lama kota Yerusalem, dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa upacara yang akan diadakan pada hari Minggu, 12 April 2020, akan disiarkan melalui channel televisi dan mediamedia sosial untuk para penggemarna dan para simpatisan.

Menurut pengumuman itu, karena merebaknya wabah korona, hanya enam tokoh agama gereja, yang akan dipimpin oleh "Pir Batista Pizzabella", Uskup Agung Gereja Katolik Roma, yang akan menghadiri upacara tersebut.

Umat Kristen Katolik dan Protestan yang mengikuti kalender Barat ikut merayakan hari raya Paskah pada hari Minggu depan, sementara umat Kristen Ortodoks akan merayakan pada 19 April.

Umat Kristen percaya bahwa pada hari ini Yesus Kristus setelah disalib, dibangkitkan dan hidup kembali serta bangun dan peristiwa ini disebut sebagai Kebangkitan Kristus.

Begitu juga, gereja Kebangkitan atau makam suci adalah salah satu dari situs-situs agama umat Kristen paling suci yang terletak di bagian lama Kota Suci Yerusalem dan menurut kepercayaan mereka Nabi Isa as disalib di tempat yang sekarang gereja makam suci berada di sana dan dari sana dia naik ke surga. (hry)

 

3890588

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\