IQNA

17:07 - April 19, 2020
Berita ID: 3474144
TEHERAN (IQNA) - Karena penularan dan penyebaran virus corona di India, undang-undang melarang kehadiran organisasi bantuan sukarela di kamp-kamp Muslim Rohingya di negara ini dan hal itu telah mengancam kematian kelompok minoritas ini.

Anatoli Turki melaporkan, undang-undang pelarangan yang berkuasa demi mencegah penyebaran virus corona di India telah meningkatkan risiko kelaparan bagi Muslim Rohingya, yang tinggal di kamp-kamp di New Delhi dan wilayah Jammu dan Kashmir. Undang-undang tersebut mencegah kehadiran organisasi-organisasi bantuan ke kamp-kamp Muslim Rohingya di daerah tersebut.

Jafarullah, salah seorang penduduk kamp pengungsi Muslim Rohingya di kawasan “Nuh” yang terletak di New Delhi, mengatakan: "Ada 250 keluarga yang tinggal di kamp, dan sejak undang-undang itu diberlakukan, telah ada banyak masalah diciptakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.”

Dia mengatakan pemerintah India telah menyatakan kawasan “Nuh” sebagai zona merah dan menambahkan bahwa larangan itu telah menambah masalah bagi penduduk, karena polisi akan memukul dan menendangi siapa pun yang meninggalkan kamp, walaupun mereka pergi hanya untuk menyiapkan makanan dan obat-obatan. Dengan alasan inilah kami lebih khawatir tentang kematian orang-orang karena kelaparan.

Abdul Rahim, warga lain dari kamp Muslim Rohingya di Jammu dan Kashmir, mengatakan:  kamp tersebut menampung 1.500 keluarga dan telah menampung lebih dari 7.600 orang.

Dia selain menyatakan keprihatinan tentang kehidupan anak-anak yang menderita karena kekurangan gizi, mengatakan: "Dengan diberlakukannya undang-undang pelarangan yang datang dari sisi pemerintah, hampir mustahil untuk mendapatkan makanan, dan ini sangat berdampak buruk pada perempuan, terutama anak-anak."

Pemerintah India pada Selasa (14 April) karena penyebaran virus corona mengumumkan undang-undang pelarangan di negara itu dan undang-undang ini akan terus berlangsung hingga 3 Mei.

Berdasarkan pada laporan yang tersebar, hingga pada kemarin malam Sabtu, 18 April, 14.792 orang di India telah terinfeksi virus corona, yang mana 488 di antaranya telah meninggal.

Tentara Myanmar dan milisi Buddha dengan serangan yang sangat keji dan kejam telah membunuh ribuan Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine sejak 2017, tragedi ini telah menyebabkan hampir satu juta orang melarikan diri ke Bangladesh. (hry)

3892528

Kunci-kunci: India ، Kelaparan ، Jiwa Muslim ، Rohingya
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\