IQNA

17:00 - May 23, 2020
Berita ID: 3474242
TEHERAN (IQNA) - Pidato Ayatullah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, bertepatan dengan Hari Al-Quds Sedunia telah banyak diliput dalam media berbahasa Arab dan asing di seluruh dunia.

IQNA melaporkan, pidato Ayatullah Khamenei bertepatan dengan Hari Al-Quds Sedunia telah banyak diliput oleh media Arab dan asing, dengan sebagian besar media berfokus pada penekanan Ayatullah Khamenei pada upaya untuk membebaskan Palestina dan menyebutnya jihad fi sabilillah (jihad di jalan Allah).

Situs al-Manar dengan meliput pidato Pemimpin Tertinggi secara penuh, menulis: “Dalam pidato hari ini, Imam Khamenei mengumumkan bahwa penentuan Hari Al-Quds adalah inisiatif pintar dari Imam Khomeini dan koneksi Muslim untuk satu suara tentang Quds yang Suci dan Palestina yang teraniaya.”

Sputnik Rusia juga meliput bagian pidato Ayatullah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran, dan menulis: “Ayatullah Khamenei menyebut Israel sebagai tumor kanker di Timur Tengah dan menekankan bahwa pertempuran untuk pembebasan Palestina adalah jihad dan wajib.”

Situs al-Ahed Lebanon juga meliput secara lengkap pidato Pemimpin Tertinggi dimana Imam Khamenei menganggap perjuangan untuk Palestina sebagai jihad dan kewajiban Islami.

Situs Lebanon juga mengisyaratkan pernyataan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam mengenai normalisasi hubungan rezim Zionis dengan beberapa rezim Arab dan menulis: "Normalisasi hubungan dengan rezim Zionis adalah sebuah tujuan Amerika, yang, sayangnya, beberapa rezim Arab juga membantu untuk merealisasikannya."

Suport Kesinambungan Intifada

Situs al-Quds Al-Arabi juga dengan menerbitkan kutipan dari pidato Pemimpin Tertinggi hari ini, menulis: “Ayatullah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, meminta rakyat Palestina untuk melanjutkan intifada melawan Israel dan menggambarkan Israel sebagai tumor kanker.”

Menurut al-Quds Al-Arabi, Ayatullah Khamenei menekankan bahwa intifada Palestina harus dilanjutkan dan bahwa virus jangka panjang Zionis juga harus diberantas.

Al-Sumaria News Irak juga meliput pidato Pemimpin Revolusi, dan menulis: “Ayatullah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, menyebut tujuan pembentukan rezim Zionis adalah untuk mendirikan pangkalan permanen Barat di kawasan Asia Barat, dan menekankan bahwa perjuangan untuk pembebasan Palestina disamping jihad fi sabilillah, kewajiban dan yang diinginkan Islam, adalah sebuah masalah kemanusiaan, dan tujuan perjuangan ini adalah pembebasan seluruh tanah Palestina dari laut sampai sungai dan kembalinya semua warga Palestina ke tanah mereka.”

Situs Perancis juga dengan mengisyaratkan pidato Rahbar pada hari Quds Sedunia, menulis: “Ayatullah Khamenei menggambarkan perjuangan untuk pembebasan Palestina sebagai jihad fi sabilillah, kewajiban dan yang diinginkan Islam.”

Situs al-Mayadeen juga meliput bagian dari pidato Pemimpin Tertinggi dan menulis: “Dalam pidatonya pada kesempatan Hari Al-Quds Sedunia, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menekankan bahwa kebijakan normalisasi kehadiran rezim Zionis di kawasan tersebut adalah tujuan Amerika yang juga dibantu oleh beberapa negara Arab.”

Menurut Al-Mayadeen, Ayatullah Khamenei memperingatkan agar tidak bergantung pada negara-negara Barat dengan bertanya mengapa jutaan warga Palestina harus berada jauh dari tanah air mereka dan mengatakan: “Negara-negara ini bertanggung jawab atas pembunuhan dan memusuhi negara-negara Islam.”

Jaringan Al-Masira Yaman juga mengutip pidato Rahbar pada Hari Al-Quds sedunia dan mengumumkan: “Pembentukan perang di Suriah dan Yaman, serta penciptaan ISIS, adalah semua konspirasi untuk menyibukkan front muqawamah. Rezim Zionis tidak akan bertahan lama. Intifada Palestina melawan rezim Zionis harus dilanjutkan.”

Surat kabar Rai al-Youm juga menulis: “Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran, menyebut Israel sebagai tumor kanker di Timur Tengah dan menekankan bahwa jihad untuk pembebasan Palestina adalah jihad dan sebuah kewajiban agama.”

“Pemimpin Tertinggi Iran, dalam pidatonya bertepatan dengan Hari Al-Quds, menyebut perjuangan untuk pembebasan Al-Quds sebagai tugas Islam,” lapor i244ws.

“Pemimpin Tertinggi Iran, saat menyebut perjuangan untuk pembebasan Palestina adalah sebuah kewajiban Islam, mengkritik sejumlah pemerintah Barat dan negara-negara Arab yang menganggap mereka sebagai mainan untuk Barat karena dukungan mereka untuk Israel,” tulis France 24 dalam sebuah pernyataan.

Reuters melaporkan, “Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, pada hari Jumat meminta warga Palestina untuk bangkit dan memerangi kanker di Timur Tengah, yang harus diperangi sampai masa pembebasan Palestina.”

Menurut Reuters, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa kebangkitan rakyat Palestina harus berlanjut dan bahwa pertempuran untuk pembebasan Palestina adalah kewajiban dan jihad Islam ... Rezim Zionis (Israel) adalah tumor kanker di kawasan serta virus Zionis, yang sudah ada sejak lama, akan binasa.

Reuters menambahkan, Ayatullah Khamenei dan pejabat tinggi Iran lainnya telah berulang kali menyerukan penghancuran Israel dalam beberapa tahun sebelumnya, yang salah satunya telah melalui referendum di wilayah di mana Palestina mendapatkan jumlah besar. Dalam pidatonya pada kesempatan Hari Al-Quds, Ayatullah Khamenei juga menekankan perlunya kehancuran Israel.

Respon Komite Muqawamah Palestina

Abu Mujahid, juru bicara Komite muqawamah Palestina, dengan menjelaskan bahwa nasib poros kompromi adalah kehancuran; mengatakan poros muqawamah semakin hari menjadi lebih tinggi dan lebih dinamis.

Dalam sebuah wawancara dengan al-Mayadeen, dia mengatakan bahwa pidato Pemimpin Tertinggi bertepatan dengan Hari Al-Quds Sedunia adalah progresif dan maju serta berisi banyak pesan kepada musuh Zionis dan Amerika Serikat.

Abu Mujahid menekankan bahwa musuh tidak mendapat manfaat dari kompromi dan "negosiasi" serta kelompok-kelompok Palestina optimis tentang penghentian koordinasi keamanan Otoritas Palestina dengan rezim Zionis.

Abu Mujahid menambahkan, Perlawanan melawan pendudukan Israel sedang terjadi di semua tingkatan dan semua perjanjian dengan musuh harus berakhir. Masalah Palestina berada pada tahap paling sulit dan telah menghadapi konspirasi pemerintah AS.”

Seorang juru bicara Komite Perlawanan Palestina menekankan: “Nasib poros kompromi adalah turun dan terperosok sedangkan poros perlawanan adalah kuat dan terkoordinasi.”

Sebelumnya, Mohammad Hamid, seorang anggota biro politik Gerakan Jihad Islam, mengatakan dalam pidatonya bahwa Iran adalah pelopor dalam mendukung perjuangan Palestina. (hry)

 

3900778

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\