IQNA

19:48 - June 05, 2020
Berita ID: 3474280
TEHERAN (IQNA) - Ratusan orang termasuk tokoh Amerika berkumpul di Minneapolis pada Kamis malam disamping peti mati George Floyd untuk memberi penghormatan terakhir kepadanya, juga menyampaikan suara protes mereka kepada masyarakat dunia atas terkoyaknya hak-hak orang kulit hitam dan etnis minoritas di Amerika Serikat.

Euro News melaporkan, Al Sharpton, seorang ulama Kristen dan aktivis kulit hitam dalam acara tersebut mengumumkan, insiden George Floyd adalah insiden orang-orang kulit hitam. Karena sejak 401 tahun yang lalu sampai sekarang, jika kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan dan impikan, itu karena kamu menaruh lututmu di leher kami. Dia menambahkan: “Sudah waktunya, atas nama George Floyd kita bangkit dan kita katakana angkat lutut kalian dari leher kami.”

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa peristiwa itu akan menjadi "perubahan dalam seluruh sistem peradilan."

Pada saat yang sama, seorang hakim Minneapolis telah mengeluarkan uang jaminan $ 750.000 untuk tiga petugas polisi yang dituduh terlibat dalam pembunuhan George Floyd.

Sekitar 9 menit hening untuk menghormati korban

Para hadirin mengheningkan cipta 8 menit dan 46 detik untuk menghormati George Floyd, tepat ketika polisi menempatkan korban berusia 46 tahun itu terbaring di tanah dengan tangan terikat. Demikian juga diputrakan gambar yang diambil di tempat penangkapan dan kematian George Floyd, dengan tulisan: "Sekarang saya bisa bernafas."

Acara tersebut adalah acara berkabung pertama untuk George Floyd, dan majelis takhtimnya akan diadakan dalam enam hari ke depan, dengan peti matinya diangkut ke tiga kota lain tempat ia dilahirkan, dididik, dan bekerja.

Hadir pula Jesse Jackson, seorang ulama kulit hitam terkemuka, Amy Klobuchar, dan sejumlah anggota Kongres AS, termasuk Ilhan Omar, Sheila Jackson Lee dan Ayanna Pressley. Sejumlah tokoh budaya dan artistik kulit hitam yang terkenal, termasuk T.A., Ludacris, Tyrese Gibson, Kevin Hart, Tiffany Haddish dan Martha Martin, juga menghadiri majelis takhtim George Floyd.

Petugas Kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin menindihkan lututnya pada leher George Floyd saat penangkapan pada 25 Mei selama beberapa menit dan mengakibatkan pembunuhnnya. Rilis video tersebut telah memicu banyak kemarahan dan reaksi di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

Dalam beberapa hari terakhir, para demonstran dari seluruh dunia, dari Paris ke London dan dari Sydney ke Rio de Janeiro, turun ke jalan untuk memprotes terkoyaknya hak-hak orang kulit hitam dan minoritas ras, dan sejumlah protes telah berubah menjadi kekerasan. Selama protes di Amerika Serikat, sejauh ini 12 orang telah tewas dan sekitar 10.000 ditahan. (hry)

 

3903047

Kunci-kunci: Minneapolis ، Duka ، Peti Mati ، George Floyd
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\