IQNA

12:08 - June 10, 2020
Berita ID: 3474296
TEHERAN (IQNA) - Pemilik rumah sakit swasta di Rajasthan, India, telah meminta maaf kepada Muslim karena staf medis rumah sakit tersebut tidak menerima pasien Muslim.

IQNA melaporkan, pemilik sebuah rumah sakit di Sardarshahar, di distrik Churo, Rajasthan, telah meminta maaf atas perilaku beberapa staf rumah sakit yang tidak menerima pasien Muslim.

Obrolan online staf rumah sakit dalam grup WhatsApp di negara ini telah menjadi kontroversial. Dalam percakapan ini, beberapa staf rumah sakit mengklaim bahwa penolakan pasien Muslim adalah langkah yang sangat baik karena corona telah menyebar di kalangan Muslim dan mereka harus menemui dokter Muslim untuk mendapatkan perawatan. Sementara yang lain mengatakan tidak mengambil gambar ortopedi pasien Muslim.

Sanil Chaudhry, seorang ahli bedah ortopedi yang menjalankan rumah sakit ini, menyatakan permintaan maafnya dalam sebuah posting Facebook, mengatakan staf di rumah sakit tidak berniat untuk menyakiti perasaan umat Islam.

Dia menambahkan bahwa rumah sakit tidak berniat untuk menghalangi layanan medis komunitas manapun.

Polisi telah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut setelah menerima pengaduan dari seorang pemimpin Muslim setempat.

Diskriminasi terhadap Muslim di rumah sakit India baru-baru ini meningkat, terutama setelah penyebaran corona. Dua bulan lalu, dua bayi yang baru lahir meninggal setelah rumah sakit India menolak menerima ibu Muslim mereka.

Anggota partai Baharatiya Janata yang berkuasa, yang dipimpin oleh Perdana Menteri, Narendra Modi, telah mengklaim bahwa penyebaran corona di negara itu adalah karena penyelenggaraan pertemuan sebuah kelompok Muslim di New Delhi pada pertengahan Maret lalu. (hry)

 

3903788

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\