IQNA

8:06 - July 15, 2020
Berita ID: 3474401
TEHERAN (IQNA) - Pembukaan Masjid Azhar Aljazair, masjid terbesar ketiga di dunia, telah ditunda sementara dimana beragam aktivitas tempat ibadah ini dapat dianggap sebagai revolusi nyata di bidang agama dan sains di negara ini.

Situs Arabi21 melaporkan, menara-menara masjid terbesar ketiga, setelah haram Mekah dan Masjid Nabawi dan menara tertinggi di dunia, telah menjulang ke langit, dimana suatu hari akan diubah menjadi negara Kristen oleh penjajah Prancis. Puluhan juta Muslim Aljazair menunggu pembukaan Masjid Azhar, masjid terbesar ketiga di dunia. Masjid ini dibangun di atas lahan 25 hektar dan memiliki 12 bangunan dengan kapasitas 120.000 jamaah. Masjid ini didekorasi dengan menara 265 meter yang menjadikannya menara tertinggi di dunia, dan memiliki kubah dengan diameter 50 meter dan tinggi 70 meter, yang terletak di 680 tiang.

Urgensi masjid ini tidak hanya dalam suasana spiritual untuk salat, tetapi juga sebagai sebuah universitas dan pusat ilmiah, serta memiliki perpustakaan satu juta buku dalam berbagai ilmu, serta perpustakaan digital dengan kapasitas 9.000 orang. Demikian juga, Museum Seni dan Sejarah Islam, ruang konferensi, pusat budaya dan media, Sekolah edukasi Alquran dan Ulumul Quran (seperti Fakultas Ilmu Islam), taman-taman dan tempat parkir bertingkat, taman Islam dan lingkungan yang menghadap ke danau buatan adalah fitur lain dari masjid Azhar Aljazair.

Masjid Terbesar Ketiga Dunia Masih Menunggu Pembukaan / Hambatan Masih Berlanjut

Warga Aljazair telah menunggu peresmian simbol agama dan peradaban yang hebat ini sejak 2011. Pembangunan masjid telah selesai, tetapi peristiwa yang terjadi di negara itu tahun lalu, dari gerakan rakyat besar hingga pemilihan presiden dan baru-baru ini, pandemi Covid-19, telah menunda pembukaan resminya.

Rencana pembangunan masjid Azhar di Aljazair dan dimensi peradabannya tidak jauh dari dimensi politik, karena dikaitkan dengan mantan presiden Aljazair, Abdul Aziz Bouteflika. Meskipun pembangunannya dalam skala besar dan luas ini atas saranan Havari Boumediene dan pemantauan Abdel Majid Taboun, Presiden saat ini,

Ketidakpuasan Prancis dengan pembangunan Masjid Agung Aljazair

Perang tersembunyi dan terbuka yang dilakukan oleh kolonialisme Prancis, yang berupaya memberantas segala sesuatu yang berkaitan dengan asal dan budaya Aljazair, Islam dan bahasa Arab, efektif dalam proyek ini. Pada tahap awal proyek, ketidakpuasan Gereja Katolik Prancis terbukti, terutama dengan pilihan tempat untuk masjid, yang merupakan simbol sejarah bagi gereja dan dikaitkan dengan Perang Salib melawan Aljazair di masa lalu.

Masjid Terbesar Ketiga Dunia Masih Menunggu Pembukaan / Hambatan Masih Berlanjut

Masjid atau bom nuklir?

Jelas bahwa menargetkan masjid bukan hanya karena itu adalah simbol teknik yang menonjol. Menurut Mohammed Isa, mantan Menteri Urusan Agama Aljazair, dalam menafsirkan serangan terhadap masjid ini, menyatakan: Bagi sebagian orang, Masjid Agung seperti bom nuklir.

Masjid Terbesar Ketiga Dunia Masih Menunggu Pembukaan / Hambatan Masih Berlanjut

Aljazair, dengan segala keluasan yang dimiliki dan populasinya, adalah satu-satunya negara Arab di Afrika Utara yang tidak memiliki otoritas agama yang nyata. Tunisia terhubung dengan Masjid Agung Al-Zaytuna, Maroko dengan Qarawiyyin, Mesir dengan Al-Azhar, dan pembangunan Masjid Agung dengan langkah-langkah ilmiah untuk menciptakan struktur piramida untuk masjid akan berarti revolusi nyata dalam agama dan sains, dengan syarat itu berasal dari perspektif Islam sejati. (hry)

 

3910104

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\