IQNA

16:23 - July 30, 2020
Berita ID: 3474448
TEHERAN (IQNA) - Komisi Hak Asasi Manusia Islam di London, menjelang hari pengadilan pemimpin Gerakan Islam Nigeria, meminta pemerintah negara untuk mengakhiri persidangan ilegal dan membebaskannya.

Komisi HAM Islam di London melaporkan, dalam sepucuk surat kepada Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari, komisi itu sekali lagi meminta dia untuk membebaskan Sheikh Ibrahim Zakzaky, pemimpin Gerakan Islam Nigeria, dan istrinya, serta mengakhiri penderitaan lima tahun mereka.

Pasangan itu masih ditahan di penjara Kaduna karena pengabaian otoritas Nigeria untuk putusan pengadilan yang mewajibkan pembebasan mereka. Terlepas dari korespondensi sebelumnya dengan Buhari dan pejabat Nigeria dan internasional lainnya, tampaknya tidak ada prospek untuk mengakhiri penahanan mereka.

Sheikh Zakzaky dan istrinya sedang bersiap untuk diadili pada hari Kamis (30 Juli) dengan tuduhan palsu berpartisipasi dalam kekerasan 2015 yang menewaskan seorang polisi. Ratusan pendukung Sheikh Zakzaky tewas dalam kekerasan itu, dan dia beserta istrinya terluka parah.

Terlepas dari kenyataan bahwa lebih dari seribu pendukung yang tidak bersalah dari Gerakan Islam Nigeria dibantai dalam serangan itu, tidak ada pejabat yang diadili. Pada 2016, Mahkamah Agung Federal memutuskan bahwa penahanan pasangan itu ilegal dan memerintahkan pemerintah Nigeria untuk membebaskan mereka pada 16 Januari 2017 dan memberikan kompensasi kepada mereka.

Surat itu mengingatkan Buhari bahwa pembantaian Zaria saat ini menjadi subyek investigasi awal oleh Pengadilan Kriminal Internasional dan menarik perhatian internasional kepada negara tersebut. (hry)

 

3913333

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\