IQNA

Sheikh Al-Azhar:
12:51 - September 05, 2020
Berita ID: 3474561
TEHERAN (IQNA) - Sheikh Al-Azhar Mesir menyatakan bahwa penghinaan kepada Nabi (saw) bukanlah kebebasan berekspresi, tetapi undangan eksplisit pada kebencian dan kekerasan.

Russia Today melaporkan, Sheikh Al-Azhar Mesir, Ahmed al-Tayeb dalam menanggapi pernyataan Presiden Perancis yang mendukung tindakan penghinaan majalah Perancis, Charlie Hebdo terhadap kesucian Nabi (saw) mengatakan: “Penghinaan kepada Nabi Muhammad (saw) bukanlah kebebasan berekspresi, tetapi undangan eksplisit pada kebencian dan kekerasan.”

“Penghinaan kepada Nabi Islam adalah pengabaian dan menginjak-injak nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban,” tulis Sheikh Al-Azhar di halaman Twitternya.

Dia menambahkan: Pembenaran tindakan penghinaan dalam kedok kebebasan berekspresi ini dikarenakan kekeliruan tentang perbedaan antara hak asasi manusia dalam mendapatkan kebebasan dan kejahatan terhadap manusia atas nama mendukung kebebasan.

Baru-baru ini, majalah Prancis Charlie Hebdo menerbitkan ulang gambar-gambar menghina kesucian Nabi (saw), yang memprovokasi reaksi umat Islam di banyak negara di dunia.

Demikian juga, Presiden Prancis, Emmanuel Macron tidak hanya tidak mengutuk tindakan publikasi Perancis tersebut, tetapi juga mengatakan bahwa negaranya memiliki kebebasan berekspresi. (hry)

 

3920763

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\