IQNA

10:43 - September 12, 2020
Berita ID: 3474586
TEHERAN (IQNA) - Pengamat Al-Azhar untuk melawan ekstremisme menyatakan: “Pembakaran Alquran adalah salah satu efek ilusi sosial beberapa elemen ekstremis di Barat yang menganggap penyebaran Islam dan kehadiran umat Islam sebagai ancaman bagi kehidupan mereka.”

Akhbarelyom melaporkan, pengamat Al-Azhar dalam melawan ekstremisme dengan sebuah pernyataan mengatakan: “Kekeliruan memahami ajaran-ajaran Islam dan tindakan-tindakan teroris dari beberapa orang yang dikaitkan dengan Islam adalah di antara alasan yang menyebabkan umat Muslim dan kesucian agama mereka terkena kejahatan kekerasan, terorisme dan kebencian.”

Dalam pernyataan itu disebutkan, Ironisnya, beberapa orang di masyarakat Eropa melihat penyebaran Islam dan kehadiran Muslim sebagai ancaman bagi hidup mereka dan ini telah membuat mereka memusuhi Islam dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Muslim, juga kita menyaksikan kejahatan rasis di beberapa negara Eropa.

Pengamat Al-Azhar dalam melawan ekstremisme dengan mengisyaratkan bahwa penodaan kesucian situs-situs Islam telah lebih terkonsentrasi di Denmark, Swedia dan Norwegia di beberapa tahun terakhir, mengatakan: “Alasan untuk ini adalah kemungkinan untuk mentransfer ide dan tindakan-tindakan di antara orang-orang di negara-negara ini dikarenakan konvergensi geografi dan konvergensi sosial mereka sangat tinggi dalam standar hidup dan gaya hidup sosial.

Pengamat Al-Azhar menekankan bahwa tindakan seperti itu, yang telah membangkitkan sensitivitas jutaan Muslim di Timur dan Barat, tidak mencerminkan peradaban atau kesadaran para pelakunya dan menekankan, adalah kewajiban bagi semua untuk saling menghormati situs-situs agama dan umat Islam juga harus menjaga kewaspadaan, perenungan dan rasionalitas dihadapan tindakan-tindakan Islamofobia. (hry)

 

3922232

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\