IQNA

7:54 - September 28, 2020
Berita ID: 3474632
TEHERAN (IQNA) - Kementerian Luar Negeri Cina membantah klaim lembaga penelitian Australia tentang penghancuran ribuan masjid di wilayah Xinjiang.

Aljazeera melaporkan, Kementerian Luar Negeri Cina telah membantah tuduhan tidak berdasar oleh Institut Studi Australia tentang penghancuran ribuan masjid di wilayah Xinjiang, Cina, dengan mengatakan ada lebih dari 24.000 masjid di negara itu, lebih dari banyak yang ada di negara Islam.

Pusat Studi Politik Strategis Australia pada Kamis melaporkan bahwa sekitar 16.000 masjid di wilayah Xinjiang telah dihancurkan atau dirusak, sebagian besar setelah tahun 2017.

Lembaga tersebut mengklaim bahwa laporan tersebut disiapkan dengan menggunakan citra satelit, yang menunjukkan bahwa sebelum 2017, terdapat 900 masjid dan situs-situs suci di Xinjiang.

Pusat Studi Australia menekankan bahwa pemerintah Cina sedang melakukan operasi yang terorganisir dan disengaja untuk menghancurkan warisan budaya Daerah Otonomi Uighur di Xinjiang serta mengembalikan tradisi budaya ke penduduk aslinya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan pada konferensi pers yang digelar pada hari Jumat menganggap bahwa laporan ini adalah rumor bias dan berkata bahwa Institut Studi Politik Strategis Australia telah menerima uang dari luar negeri untuk pencemaran nama baik dan berbohong terhadap Cina. (hry)

 

3925539

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\