IQNA

8:59 - October 19, 2020
Berita ID: 3474698
TEHERAN (IQNA) - Persatuan Cendekiawan Muslim, sebagai tanggapan atas pembunuhan seorang guru yang menghina kesucian Nabi Islam (saw) di barat laut ibukota Prancis Paris, menekankan: “Pembunuh sebenarnya masih hidup.”

Aljazeera melaporkan, Ali al-Qaradaghi, sekretaris jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim, mengecam pembunuhan seorang guru sejarah di Prancis oleh seorang siswa dengan memposting pernyataan di akun Facebook-nya.

Dengan Mengecam tindakan tersebut, al-Qaradaghi melontarkan pertanyaan mengapa guru tersebut menunjukkan gambar-gambar terkait keyakinan siswa dan mengapa pemerintah Prancis tidak melarang guru tersebut untuk menghina kesucian agama? Mengapa tidak ada hukum di Prancis yang disetujui untuk menuntut penghinaan terhadap agama yang berbeda, seperti yang terkait dengan ras Semit? Mengapa pemerintah Prancis tidak menghormati agama dan kesucian masyarakat Prancis? Bukankah ini lebih diutamakan daripada kebebasan yang mengakibatkan kekacauan?

“Fakta-fakta kejahatan ini dan tanggal dilakukannya tidak membuat kami menerima spontanitasnya,” tambah Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Dunia.

Seorang guru Prancis yang dikatakan telah menunjukkan karikatur Nabi Islam saw kepada murid-muridnya di ruang kelas dibunuh secara brutal pada Jumat sore di sebuah jalan di kota Conflan-Saint-Honorine, 30 km barat laut Paris. Polisi Prancis telah mengidentifikasi korban, Samuel Patty yang berusia 47 tahun dan mengumumkan terbunuhnya pelaku kejahatan ini, yang tampaknya seorang warga negara Chechnya berusia 18 tahun. (hry)

 

3929762

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\