IQNA

11:46 - October 27, 2020
Berita ID: 3474722
TEHERAN (IQNA) - Dalam sebuah surat kepada CEO Facebook, Perdana Menteri Pakistan menyerukan larangan publikasi konten Islamofobia dan anti-Islam di media sosial.

Geo.tv melaporkan, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan dalam sebuah tweet ke CEO Facebook, Mark Zuckerberg menyerukan larangan publikasi konten Islamofobia dan anti-Islam yang mirip dengan larangan Holocaust.

Imran Khan menulis dalam surat itu: “Saya menulis ini untuk menarik perhatian Anda pada Islamofobia yang berkembang yang mendorong kebencian, ekstremisme dan kekerasan di seluruh dunia, terutama melalui penggunaan media sosial, termasuk Facebook. Sayangnya, di beberapa negara, Muslim tidak diberi hak kewarganegaraan dan pemilihan pribadi dari jenis pakaian hingga beribadah.”

Merujuk pada Islamofobia di India, Imran Khan menambahkan: Undang-undang dan tindakan anti-Muslim, seperti undang-undang kewarganegaraan, serta pembunuhan yang disengaja terhadap Muslim dan menyalahkan mereka atas penyebaran Covid-19, mencerminkan fenomena Islamofobia yang keji. Di Prancis, Islam secara keliru dikaitkan dengan terorisme, dan sayangnya, penerbitan kartun penghujatan yang menargetkan Islam dan Nabi suci (saw) diperbolehkan. Ini akan semakin mempolarisasi masyarakat dan mengisolasi Muslim di Prancis.

Imran Khan menekankan kepada CEO Facebook bahwa pengisolasian pasti akan mengarahkan pada ekstremisme yang tidak dibutuhkan dunia. Mengingat meluasnya penyalahgunaan dan pelecehan terhadap Muslim di media sosial, saya meminta Anda untuk melarang Islamofobia dan kebencian terhadap Islam di Facebook, seperti yang Anda lakukan dalam Holocaust. (hry)

 

3931263

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\