IQNA

Organisasi HAM:
11:02 - December 16, 2020
Berita ID: 3474870
TEHERAN (IQNA) - Menurut sebuah organisasi hak asasi manusia, negara tersebut telah menjadi lingkungan yang berbahaya dan penuh kekerasan bagi minoritas Muslim sejak Narendra Modi berkuasa dan mengubah undang-undang kewarganegaraan.

Scroll melaporkan, laporan tahunan South Asia State of Minorities Report 2020 mengkaji status ruang sipil dan kebebasan pribadi yang dapat diakses oleh warga negara, terutama minoritas yang tinggal di negara-negara Asia Selatan seperti Afganistan, Bangladesh, Bhutan, India, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka.

Menurut laporan tersebut, India pada Desember 2019 mengesahkan adendum undang-undang kewarganegaraan yang membuka jalan bagi deportasi yang disebut imigran ilegal.

Pemerintah negara ini demikian juga mengumumkan akan melakukan pendaftaran nasional atas warganya, yang akan mencabut kewarganegaraan banyak Muslim jika dilaksanakan.

Laporan tersebut mengatakan bahwa partai BJP yang dipimpin oleh Narendra Modi telah melancarkan serangan terorganisir terhadap minoritas dan kelompok yang rentan, yang telah mempersempit ruang gerak minoritas Muslim di negara itu.

Laporan itu juga menyatakan: Baru-baru ini, tekanan terhadap aktivis hak asasi manusia, termasuk pengacara, akademisi, jurnalis dan libertarian yang memprotes kebijakan diskriminatif pemerintah India, telah meningkat, dan tingkat kejahatan rasial terhadap Muslim telah meningkat secara signifikan selama era Modi. (hry)

 

3941138

Kunci-kunci: Organisasi HAM ، India ، Ancaman ، Umat Islam ، Era Modi
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\