IQNA

8:24 - January 06, 2021
Berita ID: 3474932
TEHERAN (IQNA) - Mantan Perdana Menteri Belanda itu mengatakan bahwa setelah berulang kali menghina Nabi Islam, Muhammad (saw), perlu lebih memperhatikan perasaan- perasaan umat Islam.

Surat kabar Turki Zaman melaporkan, Dries van Agt, mantan Perdana Menteri Belanda dan pemimpin partai Demokrat Kristen (CDA) mengungkapkan, para Islamis ekstremis sering mengungkapkan perasaan mereka melalui perilaku kekerasan jika tindakan ini tidak dapat diterima. Oleh karena itu, setelah terbitnya kartun-kartun menghina Nabi Islam, perlu bagi kita untuk lebih memperhatikan perasaan-perasaan umat Islam.

“Umat Kristen tidak akan pernah membiarkan nabi mereka, Yesus, dihina dengan cara ini dengan menggambar karikatur yang menghina,” tegasnya.

Dries van Agt (89) diangkat sebagai Perdana Menteri Belanda dari 1977 - 1982 setelah enam tahun menjabat sebagai Menteri Kehakiman.

Politisi konservatif, yang menghadapi krisis seperti minyak, aborsi, dan kebangkitan gerakan kiri di seluruh dunia selama menjadi perdana menteri, telah mengabdikan dirinya untuk perjuangan Palestina setelah meninggalkan politik dan telah berulang kali dikritik oleh Israel.

“Saya tidak anti-Semit, tetapi rezim Israel berada dalam bahaya besar karena melanggar hukum internasional, konvensi internasional tentang hak-hak anak dan Konvensi Menentang Penyiksaan,” katanya. (hry)

 

3945841

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\