IQNA

Para Pembicara Webinar Peringatan Haul Kesyahidan Syekh Baqir al-Nimr:
4:42 - January 12, 2021
Berita ID: 3474950
TEHERAN (IQNA) - Para pembicara di webinar peringatan haul kelima kesyahidan Syekh Baqir al-Nimr, seorang ulama Syiah Saudi, menggambarkannya sebagai pengekspos pengkhianatan rezim Wahabi Saudi terhadap persatuan dunia Islam. Mereka juga menyatakan bahwa kesyahidannya mengungkap kemunafikan organisasi-organisasi internasional dalam membela hak asasi manusia.

IQNA melaporkan, United Nation Center bekerja sama dengan Yayasan Asyura Internasional dan Markas Peringatan kesyahidan al-Nimr di Bahrain bertepatan dengan haul kelima kesyahidan Syekh Nimr Baqir Al-Nimr dan untuk memperingati para syuhada Perlawanan Islam yang darah suci mereka ditumpahkan secara tidak adil oleh para penguasa yang menindas dan arogansi global, menyelenggarakan sebuah webinar dengan tema "Pemikiran Politik Syahid Nimr".

Dalam webinar yang dihadiri oleh rombongan ulama, pemikir, tokoh politik dan jurnalis dari Lebanon, Bahrain, Iran dan Irak ini, Seyyid Fadi Al-Sayed, Kepala United Nation Center, dalam sambutan pembukaannya tentang konsep teriakan syahid Nimr dalam membangkitkan umat ​​dan menyingkap kejahatan-kejahatan para arogan serta mengajak rakyat untuk mencapai kebebasan, kehormatan dan martabat, mengatakan: “Syahid Nimr dengan gagah berani dan tanpa rasa takut hukuman mati rezim diktator Al-Saud mampu menyingkap  esensi mereka dan rezim kejam ini memenggal kepalanya dan tidak menyerahkan tubuhnya kepada para keluarga karena rezim ini juga takut pada tubuhnya.”

“Rezim Al-Saud adalah rezim diktator, otoriter, pendendam yang melaksanakan rencana Zionis Amerika di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Dia meminta pihak berwenang Saudi untuk menyerahkan jenazah syahid ini sesegera mungkin, karena menyandera tubuhnya bertentangan dengan hak asasi manusia dan hukum internasional.

Syekh Maher Al-Hammoud, Ketua Persatuan Ulama Perlawanan, mengisyaratkan peran ulama dalam menghadapi penindasan dan menekankan perlunya kemerdekaan dari cengkeraman para penguasa penindas, dan mengatakan: “Kejahatan-kejahatan brutal yang dilakukan oleh rezim Al-Saud terhadap syahid Nimr dan para oposisi lainnya serta tindakan agresif Wahabisme terhadap Islam dikecam dan tidak ada hubungannya dengan Ahlusunah wal Jamaah. Mereka selalu berlepas diri dari tindakan-tindakan ini, karena kelompok Wahabi menjalankan agenda-agenda Zionis dan Amerika,  selalu menginjak-injak martabat manusia karena mereka adalah budak Zionis.”

Syahid Baqir al-Nimr Menyingkap Pengkhianatan Pemikiran Wahabi terhadap Islam / Kesyahidan Syekh Nimr Menunjukkan Kemunafikan Organisasi-Organisasi Internasional

Dr. Rashid al-Rashid, kepala Pusat Warisan Syahid al-Nimr di Bahrain, berbicara tentang karakteristik intelektual, politik dan agama serta gagasan reformis syahid Nimr dan menekankan: “Syahid ini adalah simbol kebebasan, perlawanan dan kesyahidan bagi semua kelompok oposisi di seluruh dunia.”

Dalam kelanjutan pertemuan ini, Syekh Muhammad al-Zuba’i, anggota Dewan Pusat Majelis Cendekiawan Muslim di Lebanon, mengisyaratkan pada pembelaan yang disebut "Membela Martabat" dari Syahid Nimr dan berkata: “Dengan pembelaan ini, syahid ini menyingkap para tiran dan penindas. Ia juga mengekspos kemunafikan organisasi-organisasi internasional.”

Syekh Taufiq Alawiyyah, seorang penulis dan peneliti dari Lebanon, berbicara tentang kesyahidan Imam Husein (as) dan membuat perbandingan antara dia dan Nabi Yahya dan berkata: “Ada banyak kesamaan antara dua manusia Ilahi ini.”

Selain itu, Syekh Rasoul Bagheri, seorang peneliti dari Iran, membaca pesan dari Pemimpin Tertinggi bertepatan dengan kesyahidan Syekh Nimr dan berbicara tentang karakteristik syahid ini.

Ibu Linda Taboush dari Lebanon berbicara tentang isi hak asasi manusia dan masalah pelanggarannya oleh penguasa tirani dan kriminal, menyebut tindakan represif rezim Al-Saud menyalahi semua hukum dan perjanjian hak asasi manusia serta menyerukan kejahatan rezim untuk diekspos dan kejahatan-kejahatan ini dikecam di pengadilan dan lembaga-lembaga hukum internasional. (hry)

 

3946925

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\