IQNA

7:25 - April 06, 2021
Berita ID: 3475207
TEHERAN (IQNA) - Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi dunia selama dua tahun berturut-turut. Tahun lalu, banyak ibadah bersama dan kegiatan-kegiatan keagamaan selama Ramadan digelar secara virtual. Tahun ini pun pandemi ini akan mempengaruhi tradisi dan ibadah di bulan tamu Allah swt.

Middle easteye melaporkan, untuk dua tahun berturut-turut, umat Islam menyelenggarakan bulan suci Ramadan dalam hari-hari pandemi Covid-19. Wabah ini akan mempengaruhi tradisi, ibadah dan adat istiadat bulan ini seperti tahun lalu.

Tentu saja, wabah Covid-19 telah mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia, dan pemerintah berusaha mencegah penyebaran virus dengan menutup beberapa bisnis dan melarang perjalanan serta tindakan ketat lainnya. Sementara banyak pemerintah telah menemukan cara untuk beradaptasi dengan kondisi baru dan penggunaan vaksin telah mencegah kasus baru meningkat di beberapa negara, namun yang pasti Ramadan tahun ini tetap akan terpengaruh oleh pandemi ini.

Bagaimana Muslim mempersiapkan?

Ramadan adalah bulan terpenting dalam kalender Islam. Persiapan untuk bulan suci ini, di mana umat Islam percaya bahwa Allah menurunkan ayat-ayat pertama Alquran kepada Nabi (saw) di bulan ini, dimulai beberapa minggu yang lalu. Beberapa Muslim memutuskan untuk menghabiskan minggu-minggu sebelum Ramadan (bulan Syakban) dengan melakukan puasa-puasa mustahab dan persiapan spiritual untuk bulan suci. Banyak juga yang menggunakan waktu ini untuk menyiapkan keperluan-keperluannya untuk menyiapkan makanan tradisional selama sebulan.

Tamu Allah di Dunia yang Terdampak Covid-19; Dari Tempat-Tempat Ibadah Virtual sampai Peningkatan Sumbangan Amal

Meskipun banyak yang mungkin tidak dapat bersama dengan orang yang dicintai selama bulan suci ini, beberapa organisasi telah menemukan cara inovatif untuk membantu masyarakat dalam mempersiapkan dan menemani mereka selama Ramadan. Proyek Tenda Ramadan dijalankan oleh organisasi yang berbasis di Inggris yang pada tahun-tahun sebelumnya menawarkan makanan buka puasa terbuka gratis kepada masyarakat selama Ramadan.

Akankah Iftar berbeda?

Buka puasa biasanya merupakan waktu ketika teman dan keluarga kumpul serta makan bersama, tetapi karena pembatasan saat ini, hal ini mungkin tidak dapat dilakukan di banyak negara. Bagi mereka yang mengalami Ramadan selama dua tahun berturut-turut, buka puasa bisa menjadi pengalaman dalam kesendirian. Banyak dari mereka mungkin menggunakan aplikasi video seperti Zoom untuk berbicara dengan mereka yang tidak bisa bersama mereka secara langsung, terutama selama buka puasa.

Tamu Allah di Dunia yang Terdampak Covid-19; Dari Tempat-Tempat Ibadah Virtual sampai Peningkatan Sumbangan Amal

Sebelum pandemi, masjid, badan amal, dan orang-orang mendirikan tenda Ramadan di mana orang-orang yang berpuasa dapat berkumpul dan berbuka puasa.

Apa dampak Covid-19  terhadap salat berjamaah?

Setiap malam selama Ramadan, salat berjamaah yang disebut dengan Tarawih, diadakan di masjid-masjid di seluruh dunia. Ibadah berjamaah ini dilakukan dengan keyakinan bahwa salat berjamaah lebih memiliki banyak pahala dan ganjaran. Masjid biasanya penuh dengan jamaah saat terbenam, tetapi tahun ini beberapa masjid Timur Tengah ditutup dan yang lainnya dibuka dengan batasan dan ketentuan.

Tamu Allah di Dunia yang Terdampak Covid-19; Dari Tempat-Tempat Ibadah Virtual sampai Peningkatan Sumbangan Amal

Pengelola Masjid Nabawi di Arab Saudi telah mengumumkan bahwa jumlah jamaah selama Ramadan dalam setiap salat akan dibatasi hingga 60.000, dengan mempertimbangkan jarak sosial; Kapasitas masjid sebelum pandemi adalah 350.000 jamaah. Tahun lalu, Arab Saudi menangguhkan salat Tarawih di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Tamu Allah di Dunia yang Terdampak Covid-19; Dari Tempat-Tempat Ibadah Virtual sampai Peningkatan Sumbangan Amal

Di Uni Emirat Arab, pihak berwenang mengizinkan salat Tarawih diadakan setelah larangan tahun lalu. Namun, tenda Ramadan dan acara buka puasa dilarang keras. Distribusi makanan buka puasa di dalam atau di luar restoran juga dilarang.

Di Mesir, masjid telah disiapkan berminggu-minggu untuk menyambut bulan suci. Salat tarawih boleh diadakan di beberapa masjid dan jarak sosial dilakukan di dalamnya. Kementerian Wakaf juga telah memberikan arahan kepada para pejabat untuk memastikan bahwa salat dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Doa disiarkan langsung di beberapa masjid, dan jamaah bisa salat di rumah. Ceramah dan khotbah agama juga akan disiarkan secara online dan di media sosial.

Di Inggris, British Muslim Council telah mengeluarkan panduan keselamatan bulan Ramadan yang berisi panduan cara meminimalisir risiko Covid-19. Organisasi ini menganjurkan agar mempersingkat salat dan menambah AC di tempat-tempat salat.

Bagaimana pemberian amal akan berubah?

Salah satu hal terpenting di bulan Ramadan adalah tindakan kebajikan dan membantu orang miskin. Muslim percaya bahwa ini adalah aspek kunci dari iman mereka, dan bahwa pahala untuk beribadah dan perbuatan baik meningkat selama bulan Ramadan. Dengan pandemi Covid-19, yang menyebabkan hilangnya sebagian pekerjaan dan mempengaruhi perdagangan global, banyak orang merasakan resesi ekonomi. Bertentangan dengan ekspektasi, sumbangan amal mungkin meningkat tajam tahun ini karena umat Islam termotivasi untuk membantu orang lain di masa-masa sulit.

Tamu Allah di Dunia yang Terdampak Covid-19; Dari Tempat-Tempat Ibadah Virtual sampai Peningkatan Sumbangan Amal

Apakah umrah terpengaruh?

Sebelum pandemi, jutaan Muslim melakukan perjalanan ke kota suci Mekah dan Madinah selama Ramadan. Muslim percaya bahwa melakukan umrah tunggal memiliki pahala spiritual yang lebih besar selama Ramadan. Tahun lalu, Arab Saudi untuk sementara waktu menangguhkan perjalanan ke situs paling suci di negara itu karena takut penyebaran virus Covid-19, dan banyak jemaah haji membatalkan perjalanan mereka. Tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyarankan jamaah yang ingin melakukan umrah selama Ramadan untuk divaksinasi untuk mencegah terinfeksi Covid-19. (hry)

Tamu Allah di Dunia yang Terdampak Covid-19; Dari Tempat-Tempat Ibadah Virtual sampai Peningkatan Sumbangan Amal

3962217

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\