IQNA

4:53 - October 16, 2021
Berita ID: 3475873
TEHERAN (IQNA) - Musabaqoh Tilawatil Qur’an atau MTQ ke XXIX Provinsi Jawa timur di Pamekasan, harusnya menjadi  momentum silaturahmi dan silatul afkar bagi masing-masing kafilah dari berbagai kabupaten/kota di Jatim.

IQNA melaporkan, pasalnya, pertemuan para pecinta Al-qur’an di kota gerbang salam ini harus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kecintaanya terhadap Al Qur’an atau makin membumi.

Salah satunya, dengan menjadi motivasi untuk lebih rajin mambaca dan mengamalkan pesan yang terkandung dalam ayat-ayatnya. Setidaknya ini yang ditegaskan, Ketua PW Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa timur, Moh Ali Muhsin.

“Melalui MTQ ini Kita harus mengajak dan mengampanyekan cinta al quran kepada anak muda. Kalau rasa cinta sudah tumbuh dalam diri mereka maka mereka pasti mengamalkan ayat ayat yang terkandung didalamnya,” ujarnya, yang diliput pada, Kamis (14/10/2021).

Pria yang juga pernah menjadi peserta MTQ JATIM di Blitar lalu ini, berharap MTQ 2021 kali ini, jangan dijadikan ajang persaingan. Tapi harus dijadikan momentum untuk saling sharing bagaimana antar peserta bisa lebih membumikan Al- Qur’an sebagai Kalam ilahi.

Di lapangan selama ini, MTQ seakan-akan hanya menjadi ajang persaingan semata. Dampaknya hubungan silaturahmi antar kafilah kurang terjalin dengan baik. Nah, hal-hal seperti itu justru keluar dari maksud dan tujuan MTQ digelar menurutnya.

“MTQ bertujuan untuk mendorong umat Islam mempelajari kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.  Bukan sebaliknya, menjadi ajang persaingan di antara kafilah yang sedang bertanding,” ungkapnya.

Bagi pria kelahiran Sumenep ini, MTQ jangan hanya sekedar melahirkan juara-juara unggulan. Tapi juga bagaimana mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi yang bisa direalisasikan oleh masyarakat atau pemerintah sebagai ide unggulan juga.

“Saya berpikir andai dalam setiap MTQ ada rekomendasi khusus (dari masing-masing kabupaten, red) yang diberikan kepada pemerintah setempat khususnya dalam upaya peningkatan keagamaan itu lebih keren kayaknya,” ucap pria murah senyum ini.

Karena itulah, tujuan MTQ yang sudah digelar sejak tahun 1968 ini dapat dikembalikan seperti semula. Di antara kafilah dapat terjalin silaturahmi yang baik. Bahkan bisa saling tukar menukar pemikiran selama terlaksananya musabaqah.

Seperti yang tertuang dalam Pertimbangan Permenag 15 tahun 2019 tentang MTQ dan STQ. “Tujuannya untuk memelihara, mengembangkan, dan atau meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, pengamalan, dan/atau penyebarluasan Al-Qur’an,” tukasnya.

Kendati demikian, MTQ menurutnya bukan menjadi satu-satunya cara agar generasi muda atau masyarakat bisa mencintai dan mengamalkan ayat al-qur’an. Tapi, banyak cara yang bisa dilakukan seperti yang telah dilakukan oleh guru ngaji dan guru-guru Madrasah.

“Kami sampaikan terimakasih kepada guru ngaji atau guru Madrasah yang dengan semangat mengajari anak-anak bisa membaca dan mengamalkan ayat Al-Qur’an,” tuturnya. (hry)

Sumber: newssatu.com

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: