IQNA

11:56 - May 16, 2022
Berita ID: 3476825
TEHERAN (IQNA) - Mengenai “Hayya ala al-Falah” yang merupakan salah satu kalimat azan dan iqamah, timbul pertanyaan apakah “salat” itu kejayaan dan keselamatan, dan bagaimanakah hal itu menyebabkan kepada kejayaan?

Dalam Alquran, kata "falah" digunakan dengan berbagai bentuk. Misalnya, surah Al-Mukminun dimulai dengan ayat "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman" (QS. Al-Mukminun: 1); dan dalam surah Al-Baqarah, setelah Allah memperkenalkan orang-orang saleh, Dia berfirman: Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Al-Baqarah: 5). Fallah digunakan dalam  arti kebahagiaan dan kemenangan; Sebagaimana juga terlihat dalam ayat  “dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini”. (QS. Thaha: 64)

Setiap orang secara zat memilik sesuatu yang hilang yang disebut "kebahagiaan" dan tidak ada yang tidak mencarinya.

Tujuan akhir dan kebahagiaan manusia adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan cara untuk mencapainya adalah dengan memperhatikan dan menaati-Nya, tetapi di jalan ini, kebutuhan-kebutuhan hidup materi telah menutup tangan dan kaki manusia dan mencegah geraknya menuju kesempurnaan dan mendekat menuju Allah.

Allah swt menciptakan kita untuk mencapai kesempurnaan tertinggi.

Faktor terbaik yang dapat menyelamatkan manusia dari kesulitan ini adalah mengingat Allah, dan tanda terbaik dari mengingat Allah diwujudkan dalam salat. Oleh karena itu, jika dikatakan bahwa “salat adalah faktor kebahagiaan dan keselamatan”, dalam arti bahwa salat dapat membebaskan manusia dari polusi dan ketergantungan harta benda serta dari belenggu setan dan membimbingnya menuju jalan utama kehidupan manusia, yang merupakan jalan kesempurnaan spiritual manusia.

Allah berfirman “Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)” (QS. Al-Ankabut: 45) dan dalam ayat lain ditujukan kepada Musa, Allah swt berfirman, “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (QS. Thaha: 14)

 

* Diambil dari buku "Menuju-Mu" oleh Mohammad Taghi Mesbah Yazdi (1935-2021), fakih, filsuf, mufassir Alquran dan salah satu pemikir dan ustad hauzah ilmiah Qom di Iran, yang telah menulis banyak karya tentang ilmu-ilmu keislaman termasuk tafsir, filsafat,akhlak dan ilmu pengetahuan Islami.

 

Kata kunci: Salat - Azan - Keselamatan - Kejayaan - Mengingat Allah - Kebahagiaan

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: