
“Ali al-Qaradaghi, Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, mengatakan Pemimpin Taliban menolak dan meminta maaf untuk bertemu dengan delegasi cendekiawan Muslim yang berencana melakukan perjalanan ke Afghanistan atas nama cendekiaan ini” menurut Iqna, mengutip situs berita Arabi 21.
“Delegasi ini berencana melakukan perjalanan ke Kandahar, Afghanistan untuk bertemu dengan pemimpin Taliban guna membahas beberapa masalah penting,” imbuhnya.
Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Sedunia menyatakan, permintaan perjalanan diajukan sebulan sebelum keputusan Taliban untuk melarang anak perempuan dari pendidikan universitas.
Dia menambahkan, delegasi ini berharap untuk membuka pintu Islam dan sebagian dari pintu internasional untuk pemerintah Taliban dan, selain memberikan bantuan kepada rakyat Afghanistan, mencoba untuk menyediakan dana yang diperlukan untuk pendidikan.
“Seluruh dunia melihat pengalaman baru Islam di Afghanistan, di mana umat Islam berharap untuk mewujudkan pemerintahan yang kuat, adil, beradab dan sebuah dewan yang didasarkan pada belas kasihan, martabat dan hak asasi manusia baik untuk pria maupun wanita,” imbuh Ali al-Qaradaghi.
Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Sedunia berkata: “Jika pengalaman ini tidak dapat menampilkan citra Islam yang sebenarnya dengan keagungan, keindahan, keadilan dan rahmat serta sistem pemerintahannya yang adil, maka musuh-musuh Islam, terutama setelah tindakan Al-Qaeda dan ISIS, yang mendistorsi wajah Islam, akan menimbulkan keraguan kompetensi agama ini untuk zaman sekarang”.
Di penghujung, Ali al-Qaradaghi menyatakan, Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional menerima permintaan maaf Taliban dengan gembira, dan pintu persatuan ini terbuka untuk semua Muslim, dan sesuai dengan kewajiban agama dan ilmiah kita, kita akan selalu tetap bersaudara. (HRY)