
Menurut IQNA, mengutip basis informasi makam suci Huseini, Ali Kadzim Sultan, anggota panitia penyelenggara konferensi mengatakan, konferensi internasional Rabi al-Syahadah ke-16 tahun ini dengan slogan "Imam Husein (AS) di hati bangsa" dan kami akan mulai bekerja dengan kehadiran delegasi dari empat puluh empat negara, dan kami akan menyaksikan berbagai kegiatan di sela-sela, termasuk mengadakan pameran buku.
“Pameran buku Karbala, pembukaan stan anak-anak di Bainal Haramain, pameran seni rupa, penganugerahan generasi muda teladan, penyelenggaraan majelis keakraban dengan Alquran bersama para qari dari Iran dan Mesir, serta kegiatan budaya khusus perempuan di Universitas Al-Zahra di antara kegiatan konferensi ini,” lanjutnya.

Mohsen Al-Wazni, salah satu penyelenggara konferensi haram suci Huseini, mengatakan, konferensi internasional ke-16 dibuka Jumat, 24 Februari. Di sela-sela konferensi ini, berbagai kegiatan digelar antara lain malam puisi, lomba penelitian dan pameran buku.

Dia melanjutkan, seratus dua puluh orang dari empat puluh empat negara berpartisipasi dalam konferensi ini, dan tahun ini masyarakat Irak yang tinggal di luar negeri dan melayani kemanusiaan di bidang kedokteran, teknik, pendidikan, dan lain-lain, akan diberi apresiasi dan penghargaan di haram suci Imam Husein (as).

Al-Wazni lebih lanjut mengatakan: “Tujuan diadakannya konferensi ini adalah untuk menyebarkan budaya Islam dan Ahlulbait (as) serta menjalin komunikasi dengan umat Islam di seluruh dunia.”
Festival budaya "Musim Semi Syahadah" dalam rangka kelahiran Imam Husein (as) diadakan di Karbala dari tanggal 3 - 7 Sya'ban, di bawah pengawasan Organisasi Atabah. Festival ini diadakan setiap tahun dengan kehadiran para pemimpin agama dan budaya dari berbagai negara di dunia. (HRY)