
Menurut Iqna, pertemuan "Peran Perempuan dalam Pengembangan Kegiatan Ilmiah Alquran Internasional" itu digelar pada Senin malam, 10 April 2023, di bagian internasional Pameran Internasional ke-30 Alquran di Musholla, Teheran dan Shahnaz Azizi; Profesor dan peneliti universitas serta pengelola penelitian perpustakaan, museum dan pusat dokumen Dewan Islam memberikan pidato dalam pertemuan ini.
Shahnaz Azizi, menekankan bahwa wanita di kancah internasional harus mengetahui tempatnya secara umum dan khusus. “Kami memiliki puluhan ayat tentang pandangan Alquran tentang posisi wanita, dan dalam surah At-Tahrim, istri Fir'aun dan Maryam (as) adalah panutan bagi kaum beriman, dan Maryam adalah panutan bagi seluruh wanita dalam Alquran, dan beberapa wanita lainnya dalam Alquran adalah panutan dan pemimpin, pemimpin wanita dan panutan bagi wanita juga pria, dan model peran seperti ini hanya dapat dilihat dalam Islam,” ucapnya.

Azizi menyatakan Sayyidah Fatimah (as) memiliki gelar, yaitu dia adalah Hujjah/ bukti Allah atas para maksumin (as) dan teladan para imam (saw), wanita tauladan dalam Alquran memiliki karakteristik bahwa jika ada wanita memiliki ciri-ciri tersebut, dapat menjadi pemimpin dan panutan bagi masyarakat dunia.
“Selain ayat-ayat tentang perempuan, kami juga memiliki surah-surah perempuan seperti An-Nisa’ dan Maryam, yang menunjukkan bahwa Alquran memandang perempuan sebagai progresif dan transenden,” ucap direktur penelitian perpustakaan, museum dan pusat dokumen Dewan Islam.
Dia menekankan penggalian dokumen strategis Alquran (Manifesto Alquran) dari ayat-ayat dan surah-surah Alquran tentang perempuan. “Dokumen ini bukan hanya dokumen keagamaan; sebaliknya, itu adalah dokumen internasional yang dapat diikuti dunia sebagai model, karena Alquran adalah buku universal dan tidak hanya untuk umat Islam, dokumen apa pun dari Alquran adalah tauladan internasional,” ucapnya. (HRY)
4133139