IQNA

Inisiatif ISECO dalam Menanggapi Pembakaran Alquran

17:37 - August 25, 2023
Berita ID: 3478824
RABAT (IQNA) - Bersamaan dengan terulangnya penistaan kesucian Alquran di Swedia, Direktur Jenderal Isesco, dalam pidatonya di konferensi tentang pembingkaian kebebasan berdasarkan nilai-nilai Islam di ibu kota Maroko, mengumumkan peluncuran inisiatif penanganan pembakaran Alquran.

Menurut Iqna, mengutip Russia Today, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Dunia Islam (ISECO) pada hari Kamis meluncurkan sebuah proyek bertajuk "Baca untuk memahami" untuk menanggapi penistaan berulang kali terhadap Alquran di beberapa negara Eropa.

Menurut pernyataan ISECO, Salim bin Mohamed Al Malik, direktur jenderal organisasi ini, mengumumkan inisiatif ini dalam pidatonya pada sesi pembukaan konferensi internasional yang dihadiri oleh banyak cendekiawan dan rektor universitas Islam di Rabat, ibu kota Maroko.

Di awal pidatonya pada konferensi ilmiah internasional yang bertajuk “Kerangka kebebasan berdasarkan nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip hukum internasional”, Mohamed Al Malik mengatakan organisasi ini meluncurkan inisiatif “Baca untuk memahami” dalam menanggapi pembakaran Alquran.

Ia menekankan bahwa inisiatif ini memiliki kelengkapan, ketepatan dan keseriusan sebagai respon positif terhadap serangan menyedihkan terhadap Alquran.

Direktur Jenderal ISESCO juga menyerukan koordinasi upaya untuk menonjolkan wajah sebenarnya dari peradaban Islam.

Muhammad bin Abdul Karim Issa, Sekretaris Jenderal Asosiasi Dunia Islam (Rabbat Al-Alam al-Islami) juga menekankan bahwa kebebasan tidak bisa tanpa aturan. Hak dan kebebasan dijamin dalam syariat Islam.

Shoghi Allam, mufti Mesir, juga mengatakan dalam pidatonya, “Alquran menyerukan komitmen pada kebenaran, dan kemajuan tanpa etika tidak ada artinya.”

Penistaan yang berulang-ulang terhadap Alquran di Swedia, Denmark dan Belanda oleh elemen-elemen ekstremis mendapat reaksi dari umat Islam, dan di beberapa negara Islam, diplomat dari negara-negara di mana Alquran dinodai telah dipanggil.

Salwan Momika, seorang warga negara Irak yang tinggal di Swedia, membakar Alquran pada Kamis di dekat sebuah masjid di Stockholm.

Sebelum kembali menodai Alquran, elemen ekstremis ini mengibarkan bendera kaum homoseksual dan meneriakkan slogan-slogan yang mendukung mereka. Sementara itu, sejumlah besar aparat kepolisian Swedia juga hadir di tempat ini.

Pada tanggal 26 Juli, PBB mengadopsi resolusi yang dirancang oleh Maroko yang mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap kitab suci sebagai pelanggaran hukum internasional. (HRY)

 

4164814

captcha