
Dikutip Rai Al-Youm, Jumat (1/9), Kedar, yang lama bertugas di Divisi Intelijen Militer (Aman), mengutip keterangan seorang sumber, seorang ekspatriat dari Timur Tengah yang tinggal di Eropa dan mendukung Israel, serta selalu berhubungan dengan orang-orang di Iran dan Irak.
Sumber itu mengatakan bahwa Iran berencana melancarkan serangan gabungan terhadap Israel dalam waktu dekat, termasuk dengan mengerahkan seluruh pasukan yang dimilikinya di negara-negara Arab.
Kedar menyebutkan bahwa Hizbullah dan Hamas memiliki ribuan rudal dan drone di Lebanon, sedangkan di Suriah, terdapat 17 kelompok milisi bersenjata dan siap pakai, dan Iran telah mengirim sejumlah besar rudal dan drone ke Suriah yang siap diluncurkan.
Sedangkan di Irak, terdapat puluhan milisi yang dipersenjatai dengan rudal dan drone, di Yaman terdapat kelompok Ansarullah (Houthi) yang memiliki rudal dan drone jarak jauh yang dapat mencapai Israel, dan di Gaza, Hamas serta Jihad Islam memiliki rudal yang mampu mengganggu pangkalan angkatan darat dan angkatan udara Israel.
Menurut Kedar, Iran kemungkinan besar tidak akan mengirim apa pun dari wilayahnya ke Israel agar tidak terkena pembalasan.
Dengan artikel berjudul Serangan Bersama dari Suriah , Irak, Lebanon, Yaman, Gaza, dan di Dalam Israel; Skenario Kiamat, Kedar menyebutkan bahwa Iran akan melancarkan serangan dengan dalih “tugas dunia Islam untuk menyelamatkan Masjid Al-Aqsa dari pendudukan dan penindasan Israel,” dan bahwa serangan itu akan terorganisir, komprehensif, dan terintegrasi, serta terkoordinasi di Israel.
Dia menilai bahwa tahap pertama adalah serangan rudal dan drone dari semua wilayah yang disebutkan di atas secara bersamaan, dan perkiraan Iran adalah bahwa persediaan rudal Iron Dome akan habis dalam waktu dua hingga tiga jam sejak dimulainya serangan udara, setelah itu, langit Israel akan aman bagi rudal Iran, dan senjata udaranya akan rusak.
Fase udara pertama akan disertai dengan serangan siber terhadap sistem infrastruktur Israel, dan tahap kedua akan dimulai setelah serangan siber sehari penuh serta rentetan rudal dan drone yang akan menghantam pangkalan angkatan udara, angkatan laut dan militer, listrik, komputasi, komunikasi, jalan raya, air dan infrastruktur.
Tahap kedua, lanjut Kedar, adalah serangan darat terkoordinasi dari Lebanon, Suriah, dan Gaza dengan menggunakan infanteri, motor, dan kendaraan roda empat yang dilengkapi dengan senjata anti-tank. Serangan ini akan melintasi penghalang dan menyerang wilayah pasukan Israel untuk mencapai permukiman Israel secepat mungkin.
Kedar mengakhiri artikelnya dengan berkesimpulan; “Jika masyarakat Israel ingin hidup, mereka harus mempersiapkan diri, secara mental dan material, untuk berperang melawan gurita Iran.” (HRY)
Sumber: LiputanIslam.com