IQNA

Apa Itu Alquran/ 30

Alquran, Sebuah Kitab Yang Memiliki Mukjizat Lisan dan Retorika

13:24 - September 12, 2023
Berita ID: 3478909
TEHERAN (IQNA) - Selalu ada tantangan di kalangan manusia, siapakah yang terbaik dalam hal kefasihan bicara? Menariknya, ada buku yang memuat aspek retorika dan kefasihan terbaik. Namun pemilik buku ini bukanlah manusia.

Salah satu aspek mukjizat Alquran adalah aspek retorisnya, dan ketika Alquran menyeru seluruh manusia dan jin untuk mendatangkan satu ayat yang serupa dengan ayat-ayatnya, maka aspek retorikanya lebih menonjol. Sejauh ini, belum ada seorang pun yang mampu memberikan jawaban yang tepat atas permintaan Alquran tersebut dan bahkan membawakan satu ayat pun yang serupa dengan ayat-ayat Alquran. Namun, buku-buku telah ditulis tentang retorika Alquran, yang menunjukkan contoh penggunaan retorika dalam Alquran.

Balaghah berarti keselarasan kata-kata dan tuturan dengan suasana dan kondisi pendengarnya yang selalu mempertimbangkan berbagai keadaan audiens dalam tuturannya dan berbicara sesuai dengan keadaannya disebut orang yang fasih. Jika seseorang menjaga retorika dalam perkataannya, ia memenuhi kebutuhan spiritual dan psikologis pendengarnya karena perkataannya ibarat obat yang dibungkus sesuai kebutuhan orangnya.

Alquran karena merupakan firman Allah dan Dia lebih mengetahui kebutuhan manusia dibandingkan siapapun. Jelas, ini paling sesuai dengan kebutuhan audiens. Sedemikian rupa sehingga satu ayat saja meninggalkan pengaruh yang besar terhadap kepribadian seseorang.

Misalnya disebutkan beberapa contoh perumpamaan Alquran yang mana kefasihan dan retorikanya membuat orang takjub:

  1. Mengibaratkan amalan orang-orang kafir seperti abu yang ditiup angin

مَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ  أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ  لَا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَى شَيْءٍ  ذَلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ

“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.” (QS. Ibrahim: 18)

Kegunaan paling penting dari perumpamaan Alquran ini adalah: Membuat akibat dari tindakan orang-orang kafir terlihat, merangsang pemikiran orang, mempengaruhi audiens dan menciptakan variasi dalam penjelasan konten.

  1. Mengibaratkan langit seperti sebuah gulungan

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ  كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ  وَعْدًا عَلَيْنَا  إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

“(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.” (QS. Al-Anbiya: 104)

Dalam ayat ini terdapat perumpamaan halus tentang membungkus gulungan dunia keberadaan di penghujung dunia, saat ini gulungan tersebut terbuka dan semua pola serta garisnya terbaca, dan masing-masing terletak di suatu tempat, namun ketika penghakiman datang, gulungan besar ini dengan segala garis dan polanya, akan menjadi kusut.

Dalam ayat ini, pekerjaan yang tidak kentara disamakan dengan pekerjaan yang terlihat oleh manusia agar orang lebih mudah memahami kategori ini. (HRY)

 

captcha